
WAMENA,tiiruu.com – Sorak sorai ribuan penonton menggema di sekitar lapangan Sekolah Minggu Gereja GKI Betlehem Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Bukan sekadar pertandingan olahraga, hari kedua Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tinju Amatir Piala Gubernur Cup I Papua Pegunungan, Selasa (04/08/2026), berubah menjadi pesta rakyat yang menghadirkan kembali suasana hiburan yang telah lama dirindukan masyarakat.
Dari delapan penjuru kabupaten di Papua Pegunungan, masyarakat datang menyaksikan para petinju muda bertarung membawa nama daerah, keluarga, dan kebanggaan masing-masing. Di sekitar ring, penonton tampak antusias mengabadikan setiap momen melalui kamera telepon genggam, seolah tidak ingin melewatkan detik-detik perjuangan para atlet yang tampil penuh semangat.
Setiap pukulan keras yang dilepaskan dari sudut merah maupun biru langsung disambut riuh penonton. Serangan hook kiri dan kanan, gerakan bertahan, hingga aksi saling jual beli pukulan membuat suasana arena semakin hidup. Teriakan dukungan dari para suporter bercampur dengan tepuk tangan dan sorakan kegembiraan.
Ada penonton yang berdiri tegang mengikuti jalannya pertandingan, ada yang tersenyum menikmati aksi para petinju, dan ada pula yang terus memberikan semangat kepada atlet dari kabupaten yang mereka dukung. Ring tinju hari itu bukan hanya menjadi tempat bertanding, tetapi juga ruang kebersamaan yang mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah.
Bagi sebagian warga, kehadiran Kejurda Tinju Amatir Piala Gubernur Cup I menjadi hiburan yang sudah lama dinantikan. Setelah bertahun-tahun minim kegiatan olahraga besar yang melibatkan masyarakat luas, pertandingan ini membawa kembali suasana ramai dan penuh kegembiraan di tengah Kota Wamena.
Salah satu penonton, Etius Bamingen, mengaku sangat menikmati pertandingan tinju tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan hiburan positif bagi masyarakat, terutama karena sudah lama tidak ada ajang olahraga yang mampu mengumpulkan banyak warga.
“Pertandingan tinju ini sangat menghibur. Sudah lama sekali tidak ada hiburan seperti ini. Waktu saya masih SMA puluhan tahun lalu pernah ada kegiatan seperti ini, tetapi sekarang baru kembali digelar. Ini sangat menghibur masyarakat,” ungkap mengenang kisah itu.
Etius mengaku mengetahui pertandingan tersebut melalui grup WhatsApp dan baru pertama kali menyaksikan langsung pertandingan tinju. Ia bahkan mengajak anaknya untuk bersama-sama menikmati suasana pertandingan.
“Saya terhibur dan saya membawa anak saya untuk menonton bersama. Kami menikmati pertandingan ini,” katanya sambil tetap mengikuti jalannya pertandingan.
Sementara itu, Sekretaris panitia Pelaksana, Benny Elopere menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Papua Pegunungan yang telah memberikan dukungan positif terhadap pelaksanaan Kejurda Tinju Amatir Piala Gubernur Cup I.
Panitia menilai antusias masyarakat menunjukkan bahwa olahraga tinju memiliki tempat tersendiri di hati warga Papua Pegunungan. Karena itu, pertandingan dibuka secara gratis agar seluruh masyarakat dapat menikmati hiburan olahraga tersebut.
“Kami melihat kegiatan ini sangat luar biasa karena masyarakat memberikan dukungan yang positif. Kami berterima kasih kepada seluruh masyarakat dan kontingen dari delapan kabupaten yang sudah hadir dan memberikan semangat,” ujar panitia.
Menurut Elopere, olahraga seperti tinju dan sepak bola memang menjadi cabang yang paling banyak diminati masyarakat di wilayah Papua Pegunungan. Karena itu, pihaknya berharap seluruh peserta dan pendukung dapat menjaga keamanan, ketertiban, serta menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung.
“Kami tidak memungut biaya masuk karena masyarakat harus bisa menikmati hiburan ini. Yang terpenting adalah bersama-sama menjaga keamanan agar daerah kita tetap dikenal sebagai wilayah yang aman dan nyaman,” katanya.
Kejurda Tinju Amatir Piala Gubernur Cup I Papua Pegunungan mulai berlangsung sejak Minggu (03/08/2026). Ajang yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat dan talenta mereka di bidang olahraga tinju.
Sebanyak delapan kabupaten ambil bagian dalam kejuaraan tersebut, yakni Kabupaten Jayawijaya, Lanny Jaya, Nduga, Mamberamo Tengah, Tolikara, Yahukimo, dan Yalimo, serta kabupaten lainnya di wilayah Papua Pegunungan.
Masing-masing daerah mengirimkan atlet terbaik, baik putra maupun putri, untuk membawa nama daerah mereka di atas ring. Kegiatan ini mendapat dukungan langsung dari Gubernur Papua Pegunungan, Jhon Tabo, sebagai bagian dari upaya mendorong perkembangan olahraga dan pembinaan generasi muda di wilayah pegunungan.
Di tengah dentuman pukulan dan sorakan penonton, Kejurda Tinju Amatir Piala Gubernur Cup I tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga menghadirkan kembali semangat kebersamaan masyarakat Papua Pegunungan. (*).










































