NABIRE, tiiruu.com – Sejumlah pengojek yang tergabung dalam Komunitas Nabire Baru melakukan klarifikasi terkait isu keterlibatan mereka dalam aksi kebangsaan yang berlangsung pada Selasa (25/11) di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPDPT). Aksi tersebut diinisiasi oleh Forum Gabungan Organisasi Kebangsaan Republik Indonesia di Papua Tengah yang menyampaikan beberapa aspirasi, salah satunya mendukung TNI/Polri dalam penegakan hukum terhadap kelompok separatis di Papua Tengah.
Setelah pernyataan sikap tersebut dimuat di media, kelompok TPNPB dari KOMNAS TPNPB-OPM mengeluarkan pernyataan akan mengeksekusi agen intelijen militer yang beroperasi di Nabire, yang mereka klaim berprofesi sebagai tukang ojek.
Pamax (31), seorang pengojek yang bergabung dalam Komunitas Nabire Baru, menegaskan bahwa tidak semua pengojek helm biru ikut serta dalam aksi tersebut. “Kami di sini hanya untuk mencari nafkah dan tidak berpihak pada salah satu kelompok,” ujarnya saat konferensi pers yang diadakan di Pasar Karang.
Yan (29), rekan Pamax, menambahkan bahwa tindakan oknum-oknum tertentu yang mengatasnamakan pengojek dalam aksi itu merugikan seluruh komunitas. “Kami meminta agar pihak-pihak yang terlibat tidak melibatkan semua pengojek di kota ini. Kami hanya menjalani pekerjaan kami sebagai pengantar penumpang,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yan menyatakan bahwa pihaknya mendukung agar masalah ini diselesaikan dengan menindak oknum yang terlibat, tanpa melibatkan seluruh pengojek. “Jika ada masalah, sebaiknya langsung ditujukan kepada oknum yang bersangkutan, bukan kepada kami semua,” ucapnya.
Sementara itu, Jubir TPNPB, Sebby Sambom, menuduh pengojek dengan helm biru dan kuning sebagai bagian dari agen intelijen militer yang bekerja sama dengan pemerintah Indonesia. “Mereka berusaha merusak alam dan kehidupan orang Papua,” tegasnya dalam siaran pers.
Dengan pernyataan ini, pengojek di Nabire berharap agar masyarakat dan pihak terkait memahami posisi mereka dan tidak menggeneralisasi keterlibatan seluruh komunitas pengojek dalam isu yang sedang berkembang.(*).




































