Beranda POLHUKAM Pengungsi dari Kenyam Kembali ke Gearek Usai 13 Hari Mengungsi

Pengungsi dari Kenyam Kembali ke Gearek Usai 13 Hari Mengungsi

179
0

KENYAM, Nduga, tiiruu.com – Sebanyak 70 warga pengungsi asal Distrik Gearek, Kabupaten Nduga, akhirnya kembali ke kampung halaman mereka pada Jumat, 26 Desember 2025, setelah menjalani masa pengungsian selama 13 hari di Ibu Kota Kabupaten Nduga.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif YKKMP sekaligus Ketua Tim Kemanusiaan Gearek, Theo Hesegem dalam siaran pers yang diterima tiiruu.com, Sabtu (29/12/2025).

Hesegem mengatakan, para pengungsi diketahui mulai mengungsi pada 14 Desember 2025 dan selama ini ditampung di SD Inpres Kenyam. Pengungsian dilakukan sebagai langkah penyelamatan warga sipil menyusul situasi keamanan yang belum kondusif di wilayah Distrik Gearek.

“Jadi sehari sebelum pemulangan, Kamis, 25 Desember 2025, para pengungsi melaksanakan ibadah Natal di lokasi pengungsian. Usai ibadah Natal, warga secara bersama-sama membongkar tenda-tenda pengungsian dan mengemas barang-barang pribadi sebagai persiapan untuk kembali ke tempat asal,”katanya.

Lanjut Hesegem bahwa sebelum meninggalkan camp pengungsian, Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) menyerahkan laporan hasil investigasi kepada pimpinan gereja serta Pemerintah Distrik Gearek, Kabupaten Nduga.

“Penyerahan laporan tersebut merupakan bagian dari proses pertanggungjawaban kemanusiaan atas pemantauan dan penanganan pengungsi selama berada di Kenyam,” katanya.

Hesegem mengatakan, proses pemulangan pengungsi dimulai pada pukul 09.12 WIT. Rombongan bergerak dari camp pengungsian menuju Batas Batu dan tiba pada pukul 10.15 WIT. Selanjutnya, para pengungsi melanjutkan perjalanan menuju Distrik Gearek dengan menggunakan speed boat.

Hesegem, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penanganan pengungsi sejak awal hingga proses pemulangan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam proses pemantauan dan penanganan pengungsi, khususnya Pemerintah Kabupaten Nduga yang sangat responsif,” ujar Theo Hesegem dalam keteranganya.

Hesegem secara khusus juga mengapresiasi keterlibatan anggota DPRK Kabupaten Nduga, serta aparat keamanan yang dinilai terbuka dan komunikatif selama proses kemanusiaan berlangsung.

“Kami berterima kasih kepada anggota DPRK yang terlibat langsung, Dandim 1706 Nduga, dan Kapolres Nduga yang terbuka dan komunikatif sehingga proses ini dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Selain itu, Hesegem juga menyampaikan penghargaan kepada pihak gereja yang telah berperan aktif dalam mendampingi umat selama masa pengungsian.

“Kami berterimakasih kepada gereja karena gereja telah menjalankan fungsi kegembalaan secara bertanggung jawab sejak pengungsian terjadi hingga proses pemulangan pada 26 Desember 2025,” katanya.

Hesegem mengatakan, pemulangan pengungsi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pemulihan kehidupan sosial masyarakat Distrik Gearek.

“Kami harap bahwa serta terciptanya rasa aman bagi warga untuk kembali beraktivitas seperti sediakala, ” katanya.