Beranda SENI BUDAYA Lengkapi Dapobud, Kabid Kebudayaan Dogiyai Kunjungi Kantor Pusat di Ciputat

Lengkapi Dapobud, Kabid Kebudayaan Dogiyai Kunjungi Kantor Pusat di Ciputat

540
0

Nabire, tiiruu.com — Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Dogiyai, Natan Ayagobi Tebai, mendatangi Kantor Pusat Data Pokok Kebudayaan (Dapobud) di Ciputat, Tangerang Selatan, Jakarta, dalam rangka melengkapi dan memastikan pemutakhiran data kebudayaan daerah.

 

“Kunjungan tersebut dilakukan sebagai langkah strategis Pemerintah Kabupaten Dogiyai untuk mempercepat penyelesaian Data Pokok Kebudayaan (Dapobud) dan penyusunan Pokok-Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) yang ditargetkan rampung pada tahun 2026,”katanya kepada wartawan tiiruu.com, Selasa, (3/2/2026).

 

Natan Ayagobi Tebai menjelaskan, Dapobud merupakan rumah data kebudayaan daerah yang berfungsi sebagai wadah resmi penginputan data kebudayaan dari seluruh daerah di Indonesia. Data ini digunakan oleh semua dinas kebudayaan dan terintegrasi secara nasional sesuai amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

 

“Dapobud sangat penting karena menjadi basis data kebudayaan nasional. Setiap daerah wajib menginput dan memperbarui data kebudayaannya agar dapat diakses dan digunakan dalam perencanaan kebijakan kebudayaan,” kata Natan.

 

Tebai menjelaskan, data yang diinput ke dalam sistem Dapobud mencakup 30 Objek Pemajuan Kebudayaan, Cagar Budaya, Tenaga Kebudayaan, Lembaga Kebudayaan, serta Sarana dan Prasarana Kebudayaan.

 

“Seluruh data tersebut nantinya menjadi sumber utama dalam penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi,”katanya.

 

 

Menurut Tebai, kelengkapan dan validitas data kebudayaan sangat menentukan arah pembangunan kebudayaan daerah ke depan. Oleh karena itu, Kabupaten Dogiyai menargetkan penyelesaian Dapobud dan PPKD pada tahun 2026 agar bidang kebudayaan dapat mengakses dan terlibat langsung dalam berbagai program yang berkaitan dengan Kementerian Kebudayaan.

 

“Jika data sudah lengkap, maka ke depan Dogiyai bisa lebih mudah mengakses program-program kementerian dan memperkuat pemajuan kebudayaan daerah secara berkelanjutan,” ujarnya.

 

Tebai berharap, dengan tersusunnya Dapobud dan PPKD secara menyeluruh, pembangunan kebudayaan dapat berjalan terarah.

 

“Kami harapkan agar dapat memberikan dampak nyata bagi pelestarian serta pengembangan kebudayaan lokal,”katanya.