Beranda PAPUA PEGUNUNGAN Musda dan Muscap Partai Buruh Papua Pegunungan Digelar di Wamena, Hasil Akhir...

Musda dan Muscap Partai Buruh Papua Pegunungan Digelar di Wamena, Hasil Akhir Tunggu Keputusan DPP

265
0

WAMENA,tiiruu.com – Partai Buruh Provinsi Papua Pegunungan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) dan Musyawarah Cabang (Muscap) tingkat provinsi dan delapan kabupaten dengan tema “Partai Kami, Masa Depanmu”. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Grand Baliem, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Kamis (12/2/2026) pukul 15.00 hingga tengah malam WIT, dan dilanjutkan dengan penutupan di Honei Lama, Jumat (13/2/2026).

Musda dan Muscap ini menjadi momentum penting bagi Partai Buruh untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus menentukan arah kepemimpinan di Provinsi Papua Pegunungan. Partai Buruh sendiri mulai hadir di wilayah ini sejak 2022–2023, seiring dengan pembentukan provinsi baru Papua Pegunungan. Dalam waktu singkat, partai tersebut membentuk Komite Eksekutif (Exco) di tingkat provinsi dan kabupaten sebagai fondasi organisasi.

Ketua Exco Partai Buruh Provinsi Papua Pegunungan, Wendalimo Wenda, menceritakan awal keterlibatannya di partai tersebut. Ia memulai sebagai sekretaris Partai Buruh di Kabupaten Tolikara setelah diajak oleh Dolpinus Weya, yang saat itu menjabat sebagai ketua Partai Buruh Tolikara.

Seiring pemekaran provinsi dan perubahan struktur organisasi, Wendalimo kemudian dipercaya menjadi Ketua Exco Kabupaten Tolikara sekaligus Sekretaris Exco Provinsi Papua Pegunungan.

Perjalanan Partai Buruh di Papua Pegunungan diwarnai dinamika internal dan pergantian kepemimpinan. Pada 2024, Dolpinus Weya menjabat sebagai Ketua Exco Provinsi Papua Pegunungan, kemudian posisi tersebut sempat beralih kepada Jonius Kogoya.

Selanjutnya, pada November 2025, Wendalimo Wenda terpilih sebagai Ketua Exco Provinsi Papua Pegunungan dan memimpin konsolidasi partai, termasuk pelaksanaan Musda dan Muscap 2026 di Wamena.
Musda tahun ini memiliki agenda utama pemilihan Ketua Exco Provinsi Papua Pegunungan.

Tiga kandidat utama yang maju adalah Dolpinus Weya, Wendalimo Wenda, dan Jonius Kogoya. Pemungutan suara melibatkan total 13 suara yang terdiri dari perwakilan provinsi, kabupaten, dan pusat.

Hasil sementara menunjukkan Dolpinus Weya memperoleh 5 suara, Wendalimo Wenda 4 suara, dan Jonius Kogoya 1 suara, sementara 3 suara lainnya berasal dari pusat. Namun, keputusan final belum ditetapkan karena akan ditentukan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Buruh melalui rapat presidium yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2026.

“Kami masih menunggu hasil final dari DPP karena mereka akan melakukan rapat presidium. Sebanyak 13 serikat buruh akan hadir untuk melakukan voting dan menentukan siapa yang akan memimpin. Walaupun Musda dan Muscap sudah dilakukan, keputusan final tetap ada di DPP,” ujar Wendalimo Wenda.

Ia juga mengimbau seluruh ketua Exco provinsi dan kabupaten untuk bersabar dan menghormati keputusan pusat. Menurutnya, apapun hasil yang diputuskan DPP harus diterima sebagai keputusan bersama demi menjaga persatuan partai.

“Kami semua adalah kader dalam satu rumah partai. Karena itu, kami mengajak semua pihak untuk menunggu keputusan pusat dan tidak melakukan hal-hal yang merugikan organisasi maupun rakyat,” katanya.

Persiapan Musda dan Muscap dilakukan dalam waktu relatif singkat, sekitar tiga hari, dengan berbagai tantangan logistik seperti konsumsi dan kehadiran pengurus dari berbagai daerah. Meski demikian, seluruh ketua Exco provinsi dan kabupaten dapat hadir secara langsung, dan kegiatan berlangsung lancar meskipun terdapat perbedaan pandangan dalam proses demokrasi internal.

Ke depan, Partai Buruh menargetkan pembentukan kader dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk buruh, pengemudi ojek, sopir, dan tenaga honorer. Partai ini juga menargetkan perolehan 15 kursi DPR kabupaten dari delapan kabupaten serta dua kursi DPR provinsi, sekaligus mempersiapkan kader untuk maju sebagai calon bupati dan gubernur di Papua Pegunungan.

Melalui Musda dan Muscap ini, Partai Buruh berharap dapat memperkuat solidaritas internal dan mencetak pemimpin yang bermoral serta berintegritas. Harapan besar juga disampaikan agar Papua Pegunungan menjadi wilayah yang aman, damai, dan sejahtera melalui kepemimpinan partai yang solid dan berpihak pada masyarakat.di ojek, sopir, dan tenaga honorer.

Partai ini juga menargetkan perolehan 15 kursi DPR kabupaten dari delapan kabupaten serta dua kursi DPR provinsi, sekaligus mempersiapkan kader untuk maju sebagai calon bupati dan gubernur di Papua Pegunungan.

Melalui Musda dan Muscap ini, Partai Buruh berharap dapat memperkuat solidaritas internal dan mencetak pemimpin yang bermoral serta berintegritas. Harapan besar juga disampaikan agar Papua Pegunungan menjadi wilayah yang aman, damai, dan sejahtera melalui kepemimpinan partai yang solid dan berpihak pada masyarakat, (*).