Beranda POLHUKAM Ketua Komisi A DPRK Dogiyai Ingatkan Orang Papua: Jangan Sampai Habis dan...

Ketua Komisi A DPRK Dogiyai Ingatkan Orang Papua: Jangan Sampai Habis dan Punah

37
0

NABIRE, TIIRUU.COM — Ketua Komisi A DPRK Dogiyai, Yohanes Degei, mengajak seluruh orang Papua untuk menjaga kehidupan, persatuan, kesehatan, dan masa depan generasi Papua. Ia mengingatkan sejumlah persoalan sosial dan kesehatan, seperti HIV/AIDS, konflik dan pembunuhan, saling curiga, serta kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman keras, dan mengunyah pinang secara berlebihan, dapat melemahkan kehidupan masyarakat Papua apabila tidak dikendalikan.

 

Degei menyampaikan pesan tersebut sebagai bentuk keprihatinannya terhadap masa depan orang Papua. Ia meminta masyarakat tidak merasa paling hebat atau paling kuat, tetapi membangun kesadaran bersama untuk menjaga kehidupan dan generasi mendatang.

 

“Jangan sampai orang Papua habis dan punah. Kita harus tetap hidup, tetap bersatu, tetap kuat, dan menjaga tanah ini untuk anak cucu kita kelak,” kata Degei.

 

Menurut Degei, persoalan pertama yang perlu mendapat perhatian serius adalah HIV/AIDS. Ia menilai pencegahan dan pengendalian penyakit tersebut harus dilakukan secara bersama-sama, terutama melalui peningkatan kesadaran masyarakat mengenai perilaku hidup sehat dan pencegahan penularan.

 

Ia mengatakan masyarakat yang terinfeksi HIV perlu mendapatkan pemeriksaan, pendampingan, dan pengobatan secara berkelanjutan. Karena itu, ia mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan upaya pencegahan maupun layanan kesehatan yang tersedia.

 

“Jangan biarkan penyakit ini menghabisi kita. Kita harus mencegah penularan dan menjaga kesehatan diri, keluarga, serta generasi kita,” ujarnya.

 

Selain persoalan kesehatan, Degei menyoroti konflik dan pembunuhan yang terjadi di antara sesama orang Papua. Menurut dia, kekerasan tidak hanya menghilangkan satu nyawa, tetapi dapat menimbulkan dendam dan konflik berkepanjangan yang berdampak kepada keluarga dan komunitas.

 

“Kalau kita saling membunuh, bukan hanya pelaku yang binasa. Keluarga, kerabat, anak-anak, dan keturunan kita juga dapat menjadi korban dari dendam yang terus berlanjut,” katanya.

 

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membiarkan prinsip balas dendam berkembang menjadi siklus kekerasan. Menurutnya, setiap persoalan harus diselesaikan melalui dialog, perdamaian, hukum, dan mekanisme adat yang mengutamakan keselamatan manusia.

 

Degei juga mengingatkan bahaya saling curiga dan saling mengkhianati di antara sesama orang Papua. Ia mengatakan masyarakat tidak boleh terpecah karena saling mengawasi dan saling melaporkan dengan cara yang justru merusak hubungan kekeluargaan.

 

“Jangan kita menjadi mata-mata bagi saudara kita sendiri. Kalau kita saling mencurigai, saling mengkhianati, dan saling menjatuhkan, persatuan kita akan hancur dan kita menjadi semakin lemah,” ujarnya.

 

Menurut dia, persatuan masyarakat Papua merupakan salah satu kekuatan penting untuk menghadapi berbagai persoalan yang terjadi di Tanah Papua. Karena itu, perbedaan suku, marga, wilayah, agama, maupun kepentingan politik tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling bermusuhan.

 

Degei selanjutnya mengajak masyarakat mengurangi atau meninggalkan kebiasaan yang menurutnya dapat merugikan kesehatan, kehidupan sosial, dan ekonomi keluarga, termasuk merokok, mengonsumsi minuman keras, serta mengunyah pinang secara berlebihan.

 

Ia mengatakan kebiasaan tersebut perlu dikendalikan karena dapat memengaruhi kesehatan dan pengeluaran keluarga. Konsumsi minuman keras, khususnya, juga dapat memicu pertengkaran dan tindakan kekerasan apabila tidak dikendalikan.

 

“Rokok, miras, dan kebiasaan buruk lainnya tidak membuat kita kuat. Jangan sampai kebiasaan tersebut menghabiskan tenaga, pikiran, kesehatan, dan harta kita,” katanya.

 

Degei menekankan bahwa menjaga kehidupan orang Papua bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat. Pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, perempuan, keluarga, dan lembaga pendidikan, menurutnya, perlu mengambil bagian dalam membangun kesadaran masyarakat.

 

Ia mengajak masyarakat Papua untuk lebih memperhatikan kesehatan, menghindari kekerasan, menjaga hubungan kekeluargaan, serta membangun pola hidup yang mendukung masa depan generasi muda.

 

“Kita orang Papua tidak boleh habis dan tidak boleh punah. Mari kita bersatu, berhati-hati, menjaga kesehatan, menghentikan kekerasan, dan tetap hidup demi anak cucu kita,” kata Degei.

 

Ia berharap pesan tersebut dapat menjadi bahan renungan bagi seluruh orang Papua agar bersama-sama menjaga kehidupan dan masa depan generasi Papua.

 

“Semoga Tuhan memberi kita hikmat, kekuatan, dan kesadaran untuk berubah demi masa depan kita semua. Terima kasih, semoga kita semua selamat,” ujarnya.