Beranda POLHUKAM Menase Tabuni Apresiasi Rekonsiliasi ULMWP, Serukan Persatuan Jelang November 2026

Menase Tabuni Apresiasi Rekonsiliasi ULMWP, Serukan Persatuan Jelang November 2026

4
0

Jayapura, Tiiruu.com — Presiden Eksekutif United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Menase Tabuni, menyampaikan apresiasi atas penandatanganan Pernyataan Niat tentang Rekonsiliasi dan Penyatuan Kembali ULMWP antara Octovianus Mote dan Benny Wenda di Port Vila, Vanuatu, pada 22 Agustus 2026.

 

Menurut Menase, kesepakatan tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat persatuan di tubuh ULMWP sebagai wadah representasi perjuangan politik bangsa Papua di tingkat nasional, regional, dan internasional.

 

“Dari Jayapura, West Papua, saya Menase Tabuni, Presiden Eksekutif ULMWP, menyampaikan apresiasi atas kesepakatan rekonsiliasi dan menyerukan persatuan menjelang November 2026,” ujar Menase dalam pernyataan pers, Rabu (27/8/2026).

 

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam proses mediasi, khususnya Pemerintah Vanuatu melalui Menteri Ralph Regenvanu, Utusan Khusus Pemerintah Vanuatu untuk Dekolonisasi PBB, Joe Natuman, serta Ketua Vanuatu Free West Papua Association, Jop Dalesa.

 

Menase menilai proses rekonsiliasi dan penyatuan kembali tersebut penting untuk memperkuat konsolidasi ULMWP. Ia mengajak seluruh komponen, faksi, dan pendukung ULMWP, baik di West Papua, Indonesia, kawasan regional, maupun internasional, untuk mendukung proses persatuan tersebut.

 

Ia juga menyerukan agar para pihak yang berkepentingan dapat hadir dalam agenda rekonsiliasi dan persatuan yang direncanakan berlangsung di Port Vila pada November 2026.

 

Sementara itu, Wakil Presiden Eksekutif ULMWP, Octovianus Mote, dari Port Vila, Vanuatu, turut menyerukan agar seluruh pihak mengutamakan persatuan dan menyelesaikan perbedaan melalui dialog.

 

“Kita adalah satu bangsa, satu perjuangan. Saya mengajak para pihak untuk datang ke Port Vila pada November 2026, duduk bersama, dan menyelesaikan perbedaan demi mempercepat kemerdekaan bangsa Papua,” tegas Mote.

 

Lebih lanjut, Menase berharap proses rekonsiliasi dapat dijalankan dengan itikad baik, kerendahan hati, sikap saling menghormati, serta komitmen bersama.

 

Menurutnya, persatuan menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan perjuangan ULMWP di berbagai tingkatan, baik di West Papua, Indonesia, kawasan Melanesia, maupun forum internasional.

 

Menase juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga keselamatan perjuangan, memperkuat persatuan, dan membangun komitmen bersama dalam menghadapi agenda politik ke depan.

 

Pernyataan tersebut dikeluarkan sebagai bentuk apresiasi atas proses rekonsiliasi yang telah berlangsung serta seruan kepada seluruh pihak untuk mendukung agenda persatuan ULMWP yang direncanakan berlangsung di Port Vila pada November 2026.