YOGYAKARTA, Tiiruu.com — Asrama Woogada Wookebada 01 Deiyai Yogyakarta memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 melalui ibadah syukur Katolik pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Perayaan tersebut diikuti penghuni asrama, para senior, organisasi mahasiswa asal Deiyai, serta keluarga besar Mee Jogja-Solo.
Peringatan 15 tahun tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan asrama, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, kekompakan, dan komitmen mahasiswa Deiyai yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta.
Selama 15 tahun, Asrama Woogada Wookebada 01 telah menjadi salah satu tempat berkumpul dan bertumbuh bagi mahasiswa asal Deiyai di tanah rantau. Asrama tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, kebersamaan, dan solidaritas antarmahasiswa.
Junior penghuni Asrama Deiyai, Fery Douw, mengatakan dirinya bersyukur karena generasi muda Deiyai masih dapat tinggal dan bertumbuh dalam lingkungan asrama yang memiliki sejarah panjang.
“Sebagai generasi penerus, kami merasa sangat bersyukur bisa tinggal dan bertumbuh di asrama yang penuh sejarah dan kekeluargaan ini. Kakak-kakak senior telah mewariskan nilai-nilai kebersamaan yang sangat berharga,” kata Fery.
Menurut Fery, keberadaan para senior dan nilai-nilai yang diwariskan menjadi bagian penting bagi penghuni asrama dalam menjaga kehidupan bersama. Ia menilai semangat kekeluargaan tersebut perlu terus dipertahankan oleh generasi berikutnya.
Mengenang perjuangan mahasiswa Deiyai
Senior Asdei, Marselus Bunai, mengatakan perjalanan Asrama Woogada Wookebada selama 15 tahun mengingatkan para senior pada perjuangan ketika pertama kali meninggalkan kampung halaman untuk menuntut ilmu di tanah rantau.
“Datang dari kampung dengan mimpi besar, berjuang di tanah rantau, dan saling menguatkan dalam asrama ini. Kami bangga asrama ini masih tegak berdiri hingga 15 tahun,” ujarnya.
Marselus menilai keberlangsungan asrama selama 15 tahun merupakan hasil dari perjuangan dan kebersamaan berbagai generasi mahasiswa Deiyai. Karena itu, ia berharap generasi muda dapat menjaga keberadaan asrama sebagai ruang pembelajaran dan persaudaraan.
Ketua BPH IPMADE JOG-LO, Felix Bukega, turut memberikan apresiasi terhadap perjalanan Asrama Woogada Wookebada 01. Menurutnya, asrama tersebut telah menjadi bagian dari keluarga besar mahasiswa Deiyai di Yogyakarta.
Felix mengatakan perbedaan latar belakang antarmahasiswa tidak seharusnya menjadi alasan untuk terpecah. Sebaliknya, perbedaan tersebut harus menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan.
“Di sinilah kami belajar arti kekeluargaan yang sesungguhnya. Perbedaan latar belakang bukan penghalang, melainkan kekayaan yang memperkuat persaudaraan. Mari terus jaga komunikasi dan kekompakan antarorganisasi mahasiswa Deiyai di Yogyakarta, agar satu hati yang kita gaungkan hari ini benar-benar menjadi langkah nyata menuju masa depan,” katanya.
Pendidikan untuk membangun Deiyai
Perwakilan Ketua Asrama Deiyai Jogja, Robi Tekege, mengatakan usia 15 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Menurutnya, selama periode tersebut, Asrama Woogada Wookebada 01 telah menjadi saksi perjuangan anak-anak Deiyai dalam menempuh pendidikan jauh dari tanah leluhur.
Robi mengingatkan mahasiswa Deiyai agar tidak melupakan asal-usul mereka meskipun sedang berada di tanah rantau. Ia juga mendorong mahasiswa menjadikan pendidikan sebagai bekal untuk kembali memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
“Jangan pernah lupa dari mana kita berasal. Jadikan pendidikan sebagai jalan pulang untuk membangun Deiyai. Tetaplah rendah hati, tetaplah bersatu, dan tetaplah berakar pada Kristus, sebab hanya ranting yang tinggal pada pokok anggur yang sungguh dapat berbuah,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu refleksi dalam peringatan HUT ke-15. Pendidikan dipandang bukan hanya sebagai sarana untuk memperoleh pengetahuan dan gelar akademik, tetapi juga sebagai bekal bagi generasi muda untuk berkontribusi bagi masyarakat dan tanah kelahirannya.
Sementara itu, perwakilan keluarga besar Mee Jogja-Solo sekaligus BPH IPMANAPANDODE JOG-LO, Jhon Edowai, mengatakan pihaknya merasa terhormat dapat menjadi bagian dari perayaan HUT ke-15 Asrama Woogada Wookebada 01.
Menurut Jhon, perjalanan selama 15 tahun menjadi bukti panjang mengenai kesetiaan dan penyertaan Tuhan dalam menjaga keberadaan asrama tersebut.
“15 tahun adalah waktu yang cukup panjang untuk melihat betapa besar kesetiaan Tuhan menyertai perjalanan asrama ini,” katanya.
Ia berharap semangat kebersamaan yang telah dibangun selama 15 tahun tidak berhenti pada perayaan ulang tahun, tetapi terus diwujudkan dalam kehidupan mahasiswa dan hubungan antorganisasi mahasiswa Deiyai di Yogyakarta.
Memperkuat persaudaraan generasi muda
Perayaan HUT ke-15 Asrama Woogada Wookebada 01 menjadi momentum bagi penghuni, senior, dan keluarga besar mahasiswa Deiyai untuk mengenang perjuangan para pendiri serta generasi sebelumnya.
Selain itu, perayaan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan persatuan antarmahasiswa Deiyai yang berada di Yogyakarta dan sekitarnya.
Asrama diharapkan tetap menjadi rumah bersama yang tidak hanya memberikan tempat tinggal bagi mahasiswa, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki karakter, berpendidikan, serta memiliki kepedulian terhadap masa depan tanah kelahirannya.
Dengan semangat persaudaraan dan iman, keluarga besar Asrama Woogada Wookebada 01 diharapkan mampu menjaga warisan kebersamaan yang telah dibangun selama 15 tahun. Semangat tersebut diharapkan menjadi kekuatan bagi generasi muda Deiyai untuk terus belajar, berkembang, dan pada waktunya kembali membangun masyarakat serta Kabupaten Deiyai.











































