

DEIYAI,tiiruu.com – Majelis Rakyat Papua melalui Kelompok Kerja (Pokja) Agama menggelar penjaringan aspirasi dan rapat dengar pendapat bersama seluruh elemen masyarakat agama di Kabupaten Deiyai, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gereja Kingmi Jemaat Bahtera Bomou III, Kampung Yibagouyoweta, berlangsung meriah dan penuh antusiasme.
Pertemuan tersebut dihadiri para pendeta, gembala, majelis jemaat, kaum ibu, pemuda gereja, hingga tokoh agama dari berbagai wilayah di Kabupaten Deiyai.
Forum itu menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, pandangan, dan harapan terkait kehidupan sosial, pendidikan, serta masa depan Papua Tengah.
Ketua Pokja Agama MRP Papua Tengah, Benny Wenior Pakage, memimpin langsung jalannya kegiatan sekaligus memaparkan buku berjudul “Rayu Dewi Themis di Dunia Maya, Catatan untuk Keadilan & Perdamaian di Papua”. Dalam pemaparannya, Benny mengajak masyarakat untuk terus memperjuangkan nilai keadilan, kebenaran, dan perdamaian, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di ruang digital.
“Peran umat beragama sangat penting dalam menjaga kedamaian dan membangun kesadaran bersama demi masa depan Papua yang lebih baik,” ujarnya di hadapan peserta.
Sementara itu, Melianus Pakage turut membawakan materi mengenai pendidikan, keutuhan keluarga, dan pembinaan anak. Ia menekankan bahwa ketiga hal tersebut menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi Papua yang kuat secara moral, budaya, dan spiritual.
“Pendidikan yang benar, keluarga yang utuh, dan pembinaan anak berdasarkan nilai agama serta budaya akan melahirkan generasi Papua yang berkarakter dan mencintai tanah leluhurnya,” katanya.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai tanggapan dan masukan dari peserta. Meski penuh kritik dan pandangan beragam, suasana tetap berjalan hangat dalam semangat persaudaraan dan perdamaian.
Seluruh aspirasi masyarakat agama yang disampaikan dalam forum tersebut akan dihimpun sebagai bahan rekomendasi untuk diperjuangkan di tingkat provinsi. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen bersama dalam membangun Papua Tengah yang adil, damai, sejahtera, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan serta budaya lokal, (*).








































