Beranda ADVERTORIAL Dinsos Deiyai Beli Bibit dari Warga, Salurkan Kembali untuk Pemberdayaan

Dinsos Deiyai Beli Bibit dari Warga, Salurkan Kembali untuk Pemberdayaan

321
0

Deiyai, tiiruu.com – Dinas Sosial Kabupaten Deiyai menerapkan pola pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan membeli bibit ternak dari warga setempat, lalu menyalurkannya kembali kepada warga lain yang belum memiliki. Program ini disalurkan dalam bentuk bantuan kandang dan ternak babi di Desa Yagu, Distrik Tigi Barat, Kamis (23/4/2026).

 

Kepala Dinas Sosial Deiyai, Yulita Mote, mengatakan pemerintah daerah hanya berperan sebagai penghubung dalam siklus pemberdayaan ekonomi masyarakat tersebut. Ia menegaskan, program ini dirancang agar masyarakat dapat saling menguatkan secara mandiri.

 

“Intinya kami membeli bibit dari masyarakat Deiyai, kemudian mengembalikannya lagi kepada masyarakat. Masyarakat harus saling memberdayakan sesama. Pemerintah hadir sebagai jembatan,” kata Yulita.

 

Ia berharap langkah tersebut mampu meningkatkan kemandirian ekonomi warga, terutama kelompok yang selama ini menjadi fokus perhatian pemerintah daerah.

 

Dalam kegiatan itu, salah satu bibit ternak dibeli dari seorang janda di Desa Waghete II, Distrik Tigi. Menurut Yulita, pendekatan ini tidak hanya membantu penerima bantuan, tetapi juga memberi manfaat ekonomi langsung bagi warga yang menjual bibit ternak mereka.

 

Selain ternak babi, Dinas Sosial Deiyai juga merencanakan program serupa untuk sektor perikanan pada tahun ini. Pemerintah akan menerapkan sistem pertukaran komoditas berdasarkan jenis budidaya yang sudah dijalankan masyarakat.

 

Yulita menjelaskan, pembudidaya ikan nila nantinya akan menerima bantuan ikan mas, sedangkan pembudidaya ikan mas akan mendapatkan bantuan ikan nila. Skema ini diharapkan dapat memperluas kapasitas usaha masyarakat serta mendorong diversifikasi ekonomi lokal.

 

Program tersebut merupakan bagian dari implementasi visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Deiyai dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Fokus utama diarahkan pada pemberdayaan kelompok rentan seperti Daba (orang miskin), Dobiyo (yatim piatu), serta Miyaa (janda dan duda).

 

Pemerintah Kabupaten Deiyai menilai, pendekatan berbasis masyarakat ini menjadi salah satu strategi efektif dalam mendorong pemerataan ekonomi sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tingkat lokal.