Beranda ADVERTORIAL Bupati Deiyai Buka Musrenbang Dana Otsus Papua 2027, Tekankan Transparansi dan Keberpihakan...

Bupati Deiyai Buka Musrenbang Dana Otsus Papua 2027, Tekankan Transparansi dan Keberpihakan pada OAP

93
0

Nabire, tiiruu.com — Bupati Kabupaten Deiyai, Melkianus Mote, ST, resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua Tahun 2027 di Aula DPRD Kabupaten Deiyai, Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Pemberdayaan dan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Orang Asli Papua (OAP) melalui Pelayanan Keberpihakan yang Optimal dan Berkelanjutan.”

 

Dalam sambutannya, Mote menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat atas kebijakan pengembalian dana Otsus ke daerah. Ia menilai kebijakan tersebut memberi ruang lebih luas bagi pemerintah daerah dalam merancang pembangunan yang lebih kontekstual dan menyentuh kebutuhan masyarakat.

 

“Terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas kebijakan ini. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk benar-benar merancang pembangunan yang berpihak kepada masyarakat, khususnya Orang Asli Papua,” ujar Mote.

 

Bupati menegaskan pentingnya kehadiran seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam forum tersebut sebagai bentuk komitmen bersama dalam perencanaan pembangunan. Menurutnya, keterlibatan aktif OPD menjadi kunci agar program yang disusun tidak hanya administratif, tetapi juga berdampak nyata.

 

Ia mengungkapkan, total Dana Otsus yang diterima Kabupaten Deiyai tahun ini mencapai sekitar Rp127 miliar. Dana tersebut, kata dia, harus dikelola secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

 

“Dana Otsus ini bukan untuk operasional kantor, bukan untuk perjalanan dinas, dan bukan untuk gaji pegawai. Dana ini harus langsung menyentuh masyarakat,” tegasnya.

 

Mote juga menekankan bahwa setiap usulan program harus disusun berdasarkan data yang akurat agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata dan berkeadilan. Ia meminta seluruh OPD untuk meningkatkan koordinasi dan menghindari tumpang tindih program, terutama dengan bantuan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

 

Selain itu, Bupati menyatakan sejumlah program unggulan yang telah berjalan dan terbukti memberikan manfaat bagi masyarakat akan tetap dilanjutkan. Program tersebut antara lain bantuan ternak babi, pengembangan komoditas bawang merah dan bawang putih, serta kopi.

 

Menurutnya, ke depan program-program tersebut tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan, tetapi juga akan disertai dengan pelatihan berbasis teknologi dan pendampingan agar masyarakat mampu mengelola usaha secara lebih produktif.

 

Di sektor infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Deiyai memprioritaskan pembangunan fasilitas umum yang mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Rencana tersebut mencakup pembangunan pasar khusus OAP, gedung galeri budaya, serta pembangunan dan penyambungan jalan di sejumlah wilayah strategis.

 

“Pembangunan jalan akan kita dorong di wilayah Kapiraya, Bouwo, hingga akses menuju Kampung Dagokebo, Matadi, dan Pekepa agar konektivitas antarwilayah semakin baik,” kata Mote.

 

Selain infrastruktur, pemerintah daerah juga menaruh perhatian besar pada sektor pendidikan dan kesehatan. Program yang direncanakan antara lain pengiriman siswa untuk pembinaan serta penguatan layanan dasar seperti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Posyandu.

 

Melalui Musrenbang ini, Pemerintah Kabupaten Deiyai berharap seluruh perencanaan pembangunan yang disusun dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

Bupati menegaskan, penggunaan Dana Otsus harus benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas.

 

“Perencanaan ini harus kita jaga bersama agar hasilnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Kita ingin Deiyai maju dan sejahtera,” ujarnya.