Beranda ADVERTORIAL Bupati Deiyai Buka Musrenbang RKPD 2027, Tekankan Perencanaan Berbasis Data

Bupati Deiyai Buka Musrenbang RKPD 2027, Tekankan Perencanaan Berbasis Data

9
0

Waghet, tiiruu.com — Bupati Deiyai, Melkianus Mote, ST, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

 

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk merumuskan arah pembangunan daerah yang lebih terukur, partisipatif, dan berbasis kebutuhan riil masyarakat.

 

Dalam sambutannya, Bupati Melkianus Mote menegaskan bahwa penyusunan program pembangunan ke depan tidak lagi bisa dilakukan tanpa dasar data yang kuat. Ia menekankan pentingnya penggunaan data akurat sebagai pijakan utama dalam menentukan prioritas pembangunan daerah.

 

“Kita tidak bisa lagi hanya bicara rencana tanpa data. Semua program harus jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Mote dalam pembukaan Musrenbang tersebut.

 

Menurutnya, pendekatan perencanaan berbasis data menjadi kunci untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di Kabupaten Deiyai, sekaligus memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di lapangan.

 

Bupati juga menjelaskan bahwa arah pembangunan daerah tahun 2027 difokuskan pada transformasi ekonomi dan penguatan kualitas sumber daya manusia. Fokus tersebut, kata dia, sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk mewujudkan Deiyai yang maju, sejahtera, berkeadilan, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal.

 

Ia menambahkan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini menuntut pemerintah untuk lebih selektif dalam menentukan program prioritas. Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah diminta agar mengusulkan kegiatan yang memiliki dampak langsung dan dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

 

Secara tidak langsung, Mote juga mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghambat, melainkan harus menjadi alasan untuk meningkatkan efisiensi dan ketepatan dalam perencanaan pembangunan.

 

Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah kampung, distrik, hingga DPRD, untuk memperkuat sinergi dalam proses perencanaan. Ia menilai kolaborasi lintas sektor sangat penting guna menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

 

Musrenbang RKPD ini diharapkan mampu menjadi wadah penyelarasan antara kebutuhan masyarakat dengan arah kebijakan pemerintah daerah, sehingga program yang dihasilkan benar-benar menjawab persoalan riil di tengah masyarakat Deiyai.