Beranda POLHUKAM Fraksi Meepago Gelar Doa Singkat Peringati HUT ke-65 Nieuw Guinea Raad

Fraksi Meepago Gelar Doa Singkat Peringati HUT ke-65 Nieuw Guinea Raad

924
0

Nabire, tiiruu.com – Fraksi Meepago Nieuw Guinea Raad (NGR) menggelar doa singkat untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Nieuw Guinea Raad pada Minggu (5/4/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri anggota fraksi, perwakilan dewan daerah dari Nabire, Paniai, Deiyai, Dogiyai, Mapia, dan Intan Jaya, serta tokoh masyarakat, adat, pemuda, dan perempuan.

 

Doa bersama ini dilakukan sebagai bentuk refleksi historis sekaligus ungkapan iman atas berdirinya Nieuw Guinea Raad pada 5 April 1961 di Hollandia, yang kini dikenal sebagai Jayapura. Para peserta juga memanjatkan doa untuk keselamatan dan persatuan orang Papua serta mengenang korban kekerasan yang terjadi di Dogiyai dan wilayah Papua lainnya.

 

Ketua Nieuw Guinea Raad Fraksi Meepago, Gerson Pigai, mengatakan kegiatan tersebut merupakan ekspresi damai dan spiritual bangsa Papua dalam menghormati lembaga yang dinilai sebagai representasi politik pertama orang Papua.

 

“Hari ini, 65 tahun yang lalu, para pendahulu kita membangun lembaga ini dengan harapan besar dan tanggung jawab sejarah yang luar biasa. Kita berkumpul hari ini bukan sekadar untuk mengenang, tetapi untuk memperbarui komitmen bahwa bangsa Papua akan terus berdiri,” kata Pigai.

 

Pigai menambahkan, kegiatan doa singkat itu juga menjadi bentuk komitmen untuk menjaga nilai-nilai persatuan yang dirangkum dalam semangat “One People One Soul”.

 

Menurut Pigai, seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara damai, tertib, dan penuh kekhusyukan sebagai bagian dari perjuangan yang ditempuh melalui pendekatan spiritual dan konstitusional.

 

“Dalam doa bersama tersebut, peserta juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya warga sipil di Dogiyai. Kami menyerukan agar pemerintah Indonesia menghentikan operasi keamanan di wilayah permukiman sipil,”katanya.

 

Pihaknya juga meminta perhatian dari komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Melanesian Spearhead Group, dan Pacific Islands Forum terhadap situasi kemanusiaan di Papua.

 

Kegiatan kemudian ditutup dengan suasana damai. Para peserta meninggalkan lokasi dengan tertib sambil membawa pesan persatuan dan harapan akan keadilan bagi masyarakat Papua.

 

Di akhir pernyataannya, Pigai menegaskan bahwa perjuangan akan terus dilanjutkan.

 

“Kami tidak akan berhenti. Kami tidak akan mundur. Selama masih ada orang Papua di tanah ini, Nieuw Guinea Raad akan tetap berdiri,” ujarnya.