
SENTANI,tiiruu.com – Dari hasil kebun yang sederhana, lahir peluang ekonomi baru bagi jemaat. Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Ottow Geissler Papua mendorong kemandirian ekonomi Persekutuan Wanita Baptis Israel Walibhu Kehiran, Sentani, Kabupaten Jayapura, melalui pelatihan pengolahan pangan lokal menjadi produk bernilai jual, yakni keripik pisang.
Kegiatan pemberdayaan tersebut dilaksanakan pada Jumat (17/07/2026) dengan dukungan pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat BIMA. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan perempuan jemaat dalam mengolah potensi pangan lokal agar mampu menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.
Pisang dipilih sebagai bahan utama karena merupakan salah satu komoditas yang mudah ditemukan dan banyak dihasilkan masyarakat sekitar. Selama ini, pisang lebih banyak dikonsumsi langsung atau dijual dalam bentuk segar dengan nilai ekonomi yang masih terbatas.
Melalui sentuhan teknologi sederhana dan kreativitas pengolahan, pisang kemudian dikembangkan menjadi produk keripik yang memiliki nilai tambah, daya simpan lebih lama, serta peluang untuk dipasarkan.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung terlibat dalam proses produksi. Mulai dari pemilihan bahan baku, pengupasan, pemotongan, pengolahan, penggorengan, penirisan hingga tahap pengemasan produk dilakukan secara bersama-sama.
Selain teknik pengolahan, peserta juga diberikan pemahaman tentang pentingnya kebersihan dan keamanan pangan. Tim pengabdian turut memperkenalkan penggunaan alat sederhana berupa heat sealer untuk membantu menghasilkan kemasan yang lebih rapi, higienis, menarik, dan mampu menjaga kualitas produk.
Ketua Tim Pengabdian Universitas Ottow Geissler Papua, Tien B. Yenusia, M.Si, mengatakan kegiatan tersebut bukan hanya bertujuan mengajarkan cara membuat keripik pisang, tetapi menjadi langkah awal membangun semangat kewirausahaan dan kemandirian ekonomi bagi perempuan jemaat.
“Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi usaha produktif yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga maupun kelompok,” jelasnya.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para anggota Persekutuan Wanita Baptis Israel Walibhu mengikuti seluruh tahapan pelatihan hingga berhasil menghasilkan produk keripik pisang yang siap dikemas dan dikembangkan untuk pemasaran.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam dunia akademik, tetapi juga hadir membawa ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
Kolaborasi antara Universitas Ottow Geissler Papua, gereja, dan kelompok masyarakat diharapkan menjadi kekuatan baru dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Ke depan, tim pengabdian akan terus melakukan pendampingan untuk membantu kelompok dalam meningkatkan kualitas produksi, pengemasan, hingga strategi pengembangan usaha.
Dari sebuah potensi sederhana di lingkungan sekitar, Persekutuan Wanita Baptis Israel Walibhu Kehiran diharapkan mampu melahirkan usaha kecil yang mandiri dan menjadi contoh bahwa pemberdayaan ekonomi dapat dimulai dari kreativitas mengolah sumber daya lokal. (*).









































