Beranda OLAHRAGA Bukan Hanya Adu Kekuatan di Ring, Kejurda Tinju Piala Gubernur Cup I...

Bukan Hanya Adu Kekuatan di Ring, Kejurda Tinju Piala Gubernur Cup I Hidupkan Ekonomi Rakyat

177
0
mama - mama Papua saat berjualan di depan jalan masuk pelaksana Kejurda Tinju Amatir Piala Gubernur Cup I Papua Pegunungan di Wamena, Selasa, (04/08/2026)

WAMENA,tiiruu.com – Suara sorak penonton, dentuman pukulan petinju di atas ring, serta  makanan ringan dari lapak-lapak sederhana menjadi warna tersendiri dalam gelaran Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tinju Amatir Piala Gubernur Cup I Papua Pegunungan.

Tidak hanya menghadirkan hiburan olahraga bagi ribuan masyarakat, ajang ini juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya mama-mama Papua yang menggantungkan pendapatan dari hasil jualan.

Sejak pertandingan perdana digelar pada Minggu (03/08/2026) di lapangan Sekolah Minggu Gereja GKI Betlehem Wamena, Kabupaten Jayawijaya, sejumlah mama-mama Papua mulai menempati area sekitar lokasi pertandingan. Mereka menjajakan berbagai kebutuhan penonton, mulai dari makanan ringan, minuman, jagung rebus, sirup, hingga pinang siri kapur yang menjadi salah satu cemilan khas masyarakat Papua.

Kehadiran ribuan penonton dari berbagai wilayah Papua Pegunungan membuat aktivitas ekonomi di sekitar arena pertandingan ikut bergerak. Lapak-lapak kecil yang berdiri di luar pagar maupun dalam area kegiatan menjadi tempat transaksi sederhana yang memberikan keuntungan bagi para pedagang.

Salah satu pedagang mama Papua, Mama Kogoya, mengaku bersyukur dengan adanya kegiatan olahraga tersebut karena memberikan kesempatan baginya untuk memperoleh penghasilan tambahan.

“Saya jualan di sini karena ramai kemarin saya jualan semua habis semua sekarang lagi. Biasanya saya jual sirup, jagung, dan pinang. Kemarin saya dapat untung sekitar Rp600 ribu. Kegiatan seperti ini bagus, kami bisa jualan dapat keuntungan, tapi juga bisa nonton pertandingan sehingga senang,” ujarnya sambil melayani pembeli yang terus berdatangan.

Menurutnya, kegiatan besar seperti Kejurda Tinju Piala Gubernur Cup I tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi mama-mama Papua untuk mencari penghasilan.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan tidak hanya di Wamena tapi juga di  delapan kabupaten lainnya, karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat kecil, terutama para pedagang yang mengandalkan hasil jualan harian.

Memasuki hari kedua pertandingan, Selasa (04/08/2026), suasana di sekitar arena semakin ramai. Tidak hanya mama-mama Papua, sejumlah pedagang lain juga ikut merasakan dampak positif, seperti penjual bakso, kopi, dan berbagai makanan ringan lainnya yang menjadi pilihan para penonton.

Sekretaris Panitia Kejurda Tinju Amatir Piala Gubernur Cup I Papua Pegunungan, Benny Elopere, mengatakan panitia memang memberikan ruang khusus bagi masyarakat untuk berjualan selama kegiatan berlangsung.

Menurutnya, sebuah kegiatan olahraga tidak hanya dilihat dari sisi pertandingan, tetapi juga bagaimana memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Artinya efek lain selain masyarakat terhibur dan kegiatan olahraga berjalan, ada juga efek ekonomi. Sejauh ini panitia menyediakan tempat bagi UMKM untuk bebas berjualan dengan berbagai macam cara,” katanya.

Benny menjelaskan, kegiatan besar yang menghadirkan banyak orang tentu akan membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan pemasukan.

“Kita membuat kegiatan seperti ini bukan hanya di hotel atau tempat tertentu, tetapi juga di ruang publik, karena ada pemasukan bagi masyarakat. Ini untuk kebaikan bersama,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat yang datang menyaksikan pertandingan agar ikut mendukung pedagang lokal dengan membeli dagangan mereka.

“Kalau kita datang nonton, jangan beli jauh-jauh. Walaupun tambah Rp1.000 atau Rp2.000, belilah di halaman ini. Supaya hasil jualan mama-mama dan masyarakat kembali untuk kita bersama,” tuturnya.

Gelaran Kejurda Tinju Amatir Piala Gubernur Cup I Papua Pegunungan akhirnya tidak hanya menjadi panggung bagi para atlet menunjukkan kemampuan terbaik mereka, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara olahraga, hiburan, dan ekonomi rakyat. Di balik riuhnya pertandingan, ada cerita perjuangan mama-mama Papua yang ikut merasakan manfaat dari sebuah perhelatan besar di tanah pegunungan. (*).