Beranda ADVERTORIAL PGRI Lanny Jaya Desak Dana Otsus Pendidikan Prioritaskan Kualitas Guru OAP, Bukan...

PGRI Lanny Jaya Desak Dana Otsus Pendidikan Prioritaskan Kualitas Guru OAP, Bukan Sekadar Bangun Gedung

177
0
Ketua PGRI Kabupaten Lanny Jaya, Resmin Kogoya, S.Si., M.Pd

 

TIOM,tiiruu.com – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Lanny Jaya meminta Pemerintah lebih serius mengarahkan pemanfaatan Dana Otonomi Khusus (Otsus) bidang pendidikan untuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) guru Orang Asli Papua (OAP), bukan hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik.

Ketua PGRI Kabupaten Lanny Jaya, Resmin Kogoya, S.Si., M.Pd, mengatakan tujuan utama Dana Otsus adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua, termasuk melalui sektor pendidikan. Namun menurutnya, perhatian terhadap peningkatan kapasitas dan kesejahteraan guru masih perlu diperkuat.

“Di bidang pendidikan apa yang harus kita bangun? Orang Asli Papua selalu berbicara bagaimana membangun SDM Papua dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. Kami berharap Dana Otsus pendidikan lebih difokuskan kepada SDM, bukan hanya pembangunan fisik seperti gedung sekolah dan fasilitas lainnya,” ujar Resmin dalam siaran persnya, Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, kemajuan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh banyaknya bangunan sekolah yang berdiri, tetapi oleh kualitas tenaga pendidik yang menjadi penggerak utama pendidikan.

“Bagaimana guru bisa bekerja maksimal kalau kesejahteraannya belum diperhatikan? Suatu daerah maju dimulai dari pendidikan, dan pendidikan yang maju harus dimulai dari memperbaiki kualitas serta kesejahteraan guru,” katanya.

PGRI Lanny Jaya mendorong agar sebagian Dana Otsus pendidikan dapat dialokasikan untuk program penguatan guru, seperti kontrak tenaga pendidik, peningkatan kompetensi, pelatihan berkelanjutan, hingga pengembangan profesional guru di wilayah Papua Pegunungan.

Resmin menilai, investasi terbesar dalam pendidikan bukan hanya membangun sarana fisik, tetapi menyiapkan manusia yang mampu mengelola pembangunan.

Ia mencontohkan Jepang yang mampu bangkit setelah kehancuran akibat bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada 1945. Menurutnya, perhatian pemerintah Jepang saat itu bukan hanya menghitung bangunan yang rusak, tetapi memastikan keberadaan tenaga pendidik untuk membangun kembali bangsa.

“Kaisar Hirohito saat itu menanyakan berapa jumlah guru yang masih tersisa. Dari sanalah Jepang membangun kekuatan SDM melalui pendidikan hingga menjadi negara maju dalam teknologi,” jelasnya.

Karena itu, PGRI Lanny Jaya berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat menjadikan guru sebagai prioritas utama dalam kebijakan pendidikan di Papua.

“Pemerintah harus serius memperhatikan guru-gurunya. Pembangunan fisik penting, tetapi pembangunan manusia jauh lebih penting karena dari situlah masa depan Papua dibentuk,” tegas Resmin Kogoya. (*).