
Deiyai, Tiiruu.com— Keluarga besar Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai menggelar acara pengucapan syukur atas terlaksananya survei akreditasi RSUD Deiyai dan 10 Puskesmas di Kabupaten Deiyai. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Tuyana, Waghete, Rabu (19/8/2026), dan menjadi momentum untuk mengucap syukur sekaligus memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan yang telah bekerja keras dalam proses akreditasi.
Capaian akreditasi tersebut sebelumnya diumumkan Bupati Deiyai, Melkianus Mote, S.T., dalam amanatnya pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Halaman Kantor Bupati Deiyai, Waghete, Senin (17/8/2026). Pemerintah Kabupaten Deiyai menyebut capaian tersebut sebagai salah satu “kado HUT ke-81 Kemerdekaan RI” bagi masyarakat Deiyai. Pada kesempatan yang sama, sertifikat akreditasi diserahkan secara simbolis kepada pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan.
Berdasarkan hasil yang diumumkan, RSUD Deiyai memperoleh akreditasi tingkat Madya, sedangkan Puskesmas Waghete memperoleh tingkat Utama. Sejumlah Puskesmas lainnya juga berhasil memenuhi standar akreditasi, di antaranya Puskesmas Tigi, Gakokebo, Kokobaya, Damabagata dan Tenedagi dengan status Madya. Sementara Puskesmas Wagoman, Ayatei, Kapiraya dan Bouwobado memperoleh status Dasar.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dinas Kesehatan dalam melakukan pembenahan fasilitas pelayanan kesehatan, peningkatan mutu layanan, keselamatan pasien serta penguatan sistem pelayanan secara berkelanjutan.
Syukuran atas Kerja Keras Bersama
Sebagai ungkapan syukur atas proses yang telah dilalui, Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai kemudian menggelar acara pengucapan syukur bersama keluarga besar tenaga kesehatan.
Kegiatan tersebut mengusung tema renungan “Semua karena Tuhan” yang disampaikan oleh Pdt. Serlina Ratu, S.Th., M.Th. Dalam renungannya, ia mengingatkan seluruh tenaga kesehatan untuk senantiasa merendahkan diri di hadapan Tuhan serta tetap semangat dalam menjalankan tugas pelayanan.
Pesan tersebut menjadi penguatan bagi seluruh tenaga kesehatan bahwa keberhasilan yang dicapai merupakan hasil dari kerja keras, kebersamaan sekaligus penyertaan Tuhan.
Ketua Panitia: Akreditasi Bukan Pekerjaan Satu atau Dua Orang
Ketua Panitia, Onesmus Dogopia, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan syukuran tersebut merupakan ungkapan rasa syukur dan kebahagiaan setelah melalui proses akreditasi yang cukup panjang.
Ia menegaskan bahwa akreditasi bukan pekerjaan satu atau dua orang, melainkan membutuhkan kerja keras, waktu, tenaga, pikiran, kebersamaan dan pengorbanan banyak pihak.
“Akreditasi bukanlah pekerjaan satu atau dua orang. Di dalamnya ada kerja keras, waktu, tenaga, pikiran, kebersamaan, bahkan pengorbanan dari banyak pihak,” demikian disampaikan dalam laporan panitia.
Menurutnya, kegiatan syukuran dilaksanakan secara swadaya oleh keluarga besar tenaga kesehatan di Kabupaten Deiyai. Dukungan diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari makanan, minuman, bahan kebutuhan acara, tenaga, penyediaan tempat hingga doorprize dari sponsor dan pihak yang memiliki kepedulian terhadap pelayanan kesehatan di Kabupaten Deiyai.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Deiyai, DPRD Kabupaten Deiyai, para kepala OPD, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Deiyai, para Kepala Puskesmas, dokter, tenaga medis, tenaga kesehatan, lintas sektor, sponsor serta seluruh pihak yang telah mendukung proses akreditasi.
Onesmus berharap semangat kebersamaan yang telah dibangun selama proses akreditasi tidak berhenti pada acara syukuran, tetapi terus dibawa dalam pekerjaan dan pelayanan kepada masyarakat.
Perwakilan 10 Puskesmas: Akreditasi Menjadi Awal Perubahan
Sementara itu, Kepala Puskesmas Edaro yang mewakili 10 Puskesmas menyampaikan kesan dan pesan selama proses akreditasi.
Ia mengatakan bahwa pelaksanaan akreditasi menjadi pengalaman penting bagi Puskesmas di Kabupaten Deiyai. Meskipun masih terdapat berbagai kekurangan, proses tersebut memberikan banyak pengalaman dan wawasan baru bagi tenaga kesehatan, terutama dalam penataan pelayanan, pengelolaan dokumen, penilaian dan perbaikan sistem pelayanan.
Menurutnya, hasil akreditasi harus menjadi awal perubahan untuk membuat Puskesmas di Kabupaten Deiyai semakin baik.
“Akreditasi ini menjadi awal untuk kami melakukan sebuah perubahan. Masih banyak yang harus kami lakukan pembenahan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim survei yang telah memberikan ilmu, pengalaman dan masukan selama proses penilaian.
Meskipun pelaksanaan survei hanya berlangsung selama tiga hari, jajaran Puskesmas berkomitmen untuk terus menerapkan sistem dan pengetahuan yang diperoleh guna meningkatkan mutu pelayanan.
Dalam kesan dan pesannya, ia mengungkapkan bahwa proses akreditasi membutuhkan pengorbanan besar dari para tenaga kesehatan. Berbagai pekerjaan harus diselesaikan hingga larut malam untuk mempersiapkan dokumen dan kebutuhan penilaian.
Namun, seluruh perjuangan tersebut akhirnya menghasilkan capaian yang sangat memuaskan.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai yang telah memperjuangkan pelaksanaan akreditasi 10 Puskesmas dan 1 RSUD.
Direktur RSUD Apresiasi Dukungan Pemerintah Daerah
Direktur RSUD Deiyai, Onesmus Dogopia, menyampaikan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan yang telah bekerja keras dalam proses akreditasi RSUD.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Deiyai dan Kepala Dinas Kesehatan atas dukungan yang diberikan.
Menurutnya, RSUD Deiyai telah cukup lama berjalan sebagai RSUD Pratama. Namun, saat ini terdapat dorongan yang lebih kuat dari pemerintah daerah untuk meningkatkan status dan kualitas pelayanan rumah sakit.
Setelah tim survei melakukan penilaian, terdapat sejumlah rekomendasi yang harus ditindaklanjuti. Beberapa di antaranya berkaitan dengan keterbatasan tenaga dokter, transportasi dan fasilitas pendukung pelayanan.
“Kami mohon agar pimpinan daerah terus mendukung kami. Kami juga memohon dukungan dari semua lini agar rumah sakit ini dapat berkembang dan mampu bersaing dengan rumah sakit lainnya,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan: Kesibukan Adalah Bagian dari Pelayanan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Fransina Rumbiak Mote, S.KM., M.KM., menyampaikan penghormatan dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses akreditasi.
Ia mengaku tersentuh dengan renungan yang disampaikan Pdt. Serlina Ratu. Menurutnya, kesibukan dalam menjalankan tugas sebagai Kepala Dinas Kesehatan merupakan bagian dari pelayanan dan tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Deiyai, tim TPC, tim pendamping, jajaran Dinas Kesehatan, Direktur dan seluruh jajaran RSUD, para Kepala Puskesmas serta seluruh tenaga kesehatan, termasuk clinical service, petugas keamanan dan unsur pendukung lainnya.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Deiyai.
Bupati: Akreditasi Bukan Akhir, tetapi Awal Pembenahan
Bupati Deiyai, Melkianus Mote, S.T., menyampaikan bahwa kegiatan syukuran tersebut merupakan bentuk ucapan syukur atas kerja keras seluruh tenaga kesehatan.
Bupati yang hadir setelah menyelesaikan agenda penandatanganan SK CPNS memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran kesehatan yang telah bekerja keras mempersiapkan proses akreditasi.
Ia menegaskan bahwa berbagai kekurangan yang masih ditemukan di fasilitas kesehatan tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berbenah. Sebaliknya, hasil akreditasi menjadi dasar untuk mengetahui bagian-bagian yang masih perlu diperbaiki.
“Kalau ada yang berkomentar bahwa tenaga kesehatan belum lengkap, alat kurang, obat kurang, justru itu yang ingin saya perbaiki. Semua yang kurang akan kita perbaiki secara bertahap, mulai dari obat, tenaga kesehatan sampai bangunan,” tegasnya.
Bupati menegaskan bahwa pendidikan dan kesehatan merupakan prioritas pemerintahannya bersama Wakil Bupati.
“Orang pintar harus sehat, orang sehat harus pintar,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat Deiyai ke depan tidak lagi harus pergi ke Paniai maupun Nabire untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Pemerintah daerah akan terus berupaya agar pelayanan kesehatan dapat berjalan semakin baik sehingga masyarakat memperoleh pelayanan di daerah sendiri.
Bupati juga menekankan pentingnya pengelolaan anggaran kesehatan sesuai petunjuk teknis serta pengawasan yang berkelanjutan. Ia menyatakan akan mendorong Inspektorat untuk terus melakukan pengawasan.
Ia meminta seluruh jajaran kesehatan bekerja secara jujur dan berpedoman pada aturan.
“Kalau soal kerja, saya selalu berpatokan pada aturan. Bekerjalah dengan jujur dan jangan pernah takut,” pesannya.
Bupati juga menegaskan bahwa dukungannya terhadap Kepala Dinas Kesehatan didasarkan pada kompetensi dan komitmen dalam bidang kesehatan, bukan karena hubungan keluarga.
Wakil Bupati: Satu Tujuan untuk Masa Depan Deiyai
Wakil Bupati Deiyai, Ayub Pigome, menegaskan bahwa dirinya bersama Bupati memiliki satu tujuan dalam membangun Kabupaten Deiyai.
Ia mengatakan seluruh program pemerintah daerah, termasuk pendidikan dan kesehatan, harus dijalankan dengan arah yang sama demi masa depan masyarakat Deiyai.
“Saya dengan Bupati satu tujuan demi masa depan Deiyai lebih baik,” ujarnya.
Penghargaan bagi Puskesmas dan Tenaga Kesehatan
Dalam kegiatan syukuran tersebut juga diberikan penghargaan kepada sejumlah Puskesmas dan tenaga kesehatan yang dinilai memberikan kontribusi terbaik.
Penghargaan Puskesmas diberikan kepada:
1. Puskesmas Waghete — peringkat pertama.
2. Puskesmas Tenedagi — peringkat kedua.
3. Puskesmas Edaro Tali — nilai 180.
4. Puskesmas Gakokebo — Puskesmas Terfavorit, nilai 175.
Penghargaan pegawai terbaik Dinas Kesehatan diberikan kepada Neloi Adii dan Sabina Kuaiyo.
Penghargaan pegawai terbaik Puskesmas diberikan kepada Bidan Meriona Mote dari Puskesmas Waghete dan Bidan Hubertina Adii dari Puskesmas Kokobaaiya.
Untuk RSUD Waghete, penghargaan pegawai terbaik diberikan kepada Hendrikus Pekei dan Fransiska Bukega, Amd. Keb.
Penghargaan Motivator dan Inspirator diberikan kepada Natalia Mabel, S.Kep., Nrs.
Kategori Humas/Pengupdate Informasi Kepala Puskesmas diberikan kepada Leander Mote, Kepala Puskesmas Waghete, dan Rospince Edowai, Kepala Puskesmas Tenedagi.
Adapun penghargaan Dokter Teladan diberikan kepada dr. Maria Awarawi.
Menjadikan Akreditasi sebagai Pijakan Pelayanan
Capaian akreditasi yang diumumkan pada momentum HUT ke-81 RI dan kemudian disyukuri bersama tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan kesehatan Kabupaten Deiyai.
Akreditasi tidak hanya menjadi pencapaian administratif maupun sertifikat, tetapi diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat keselamatan pasien, meningkatkan mutu pelayanan, memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan, memperbaiki sarana dan prasarana serta memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Deiyai berharap seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dapat mempertahankan sekaligus meningkatkan standar yang telah dicapai. Dengan demikian, semangat akreditasi benar-benar diterjemahkan menjadi pelayanan kesehatan yang semakin bermutu, aman, profesional dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.










































