Beranda POLHUKAM KNPB Sektor Sihupa dan Uba Baugi Gelar Diskusi Peringati Proklamasi 1 Juli...

KNPB Sektor Sihupa dan Uba Baugi Gelar Diskusi Peringati Proklamasi 1 Juli 1971 di Nabire

64
0

NABIRE, tiiruu.com — Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Teluk Cenderawasih melalui Sektor Sihupa dan Sektor Uba Baugi menggelar diskusi sekaligus membacakan pernyataan sikap dalam rangka memperingati Hari Proklamasi 1 Juli 1971. Kegiatan tersebut berlangsung di Nabire pada Rabu, 1 Juli 2026.

 

Kegiatan itu dipimpin Ketua KNPB Sektor Sihupa, Simon Degei, bersama Ketua KNPB Sektor Uba Baugi, Yulian Agapa, serta dihadiri anggota dari kedua sektor.

 

Dalam diskusi tersebut, para peserta membahas makna 1 Juli 1971 yang oleh KNPB diperingati sebagai Hari Proklamasi Bangsa Papua sekaligus momentum lahirnya Organisasi Papua Merdeka (OPM).

 

Ketua KNPB Sektor Sihupa, Simon Degei, mengatakan peringatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga ingatan sejarah menurut perspektif organisasi mereka.

 

“Bagi kami, 1 Juli 1971 merupakan momentum penting dalam sejarah perjuangan politik rakyat Papua. Karena itu, kami memperingatinya setiap tahun sebagai bagian dari refleksi atas perjalanan perjuangan bangsa Papua,” kata Degei.

 

Menurut Degei, peringatan 1 Juli 1971 memiliki makna yang berbeda dengan Deklarasi 1 Desember 1961. Ia menyebut 1 Desember 1961 sebagai momentum diumumkannya simbol-simbol kebangsaan Papua.

 

Ia mengatakan simbol-simbol tersebut meliputi Bendera Bintang Kejora, lagu kebangsaan Hai Tanahku Papua, semboyan One People One Soul, mata uang Gulden, serta lambang Burung Mambruk.

 

Sementara itu, lanjut Degei, 1 Juli 1971 dipandang sebagai momentum yang melengkapi struktur politik negara melalui pengangkatan Seth J. Rumkorem sebagai presiden menurut versi sejarah yang diyakini organisasi tersebut.

 

“Kami memandang Proklamasi 1 Juli 1971 sebagai kelanjutan dari proses politik yang telah dimulai sebelumnya. Dari momentum itu, menurut pandangan kami, berkembang berbagai bentuk perlawanan bersenjata di sejumlah wilayah Papua,” ujarnya.

 

Ketua KNPB Sektor Uba Baugi, Yulian Agapa, mengajak masyarakat Papua untuk terus mengenang momentum tersebut.

 

Menurut Agapa, sebagai sesama orang Papua, masyarakat dari Sorong hingga Samarai memiliki tanggung jawab untuk menjaga semangat yang mereka yakini sebagai bagian dari sejarah perjuangan bangsa Papua.

 

“Sebagai orang Papua kulit hitam dari Sorong sampai Samarai, kami mengajak seluruh rakyat Papua untuk memperingati hari proklamasi ini. Kami meyakini Papua telah merdeka sejak momentum tersebut dan tekad itu terus kami pegang,” kata Agapa.

 

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan pada kegiatan itu, KNPB Sektor Sihupa dan Sektor Uba Baugi kembali menegaskan pandangan politik organisasi mereka terkait Proklamasi 1 Juli 1971 serta menyerukan agar momentum tersebut terus diperingati setiap tahun.