Beranda PAPUA PEGUNUNGAN Wagub Ones Pahabol Dorong Ketahanan Pangan: Bantuan Beras Hanya Sementara, Kebun Harus...

Wagub Ones Pahabol Dorong Ketahanan Pangan: Bantuan Beras Hanya Sementara, Kebun Harus Dihidupkan

9
0
Ketua DPD Partai Demokrat Papua Pegunungan Ones Pahabol saat menyampaikan Sambutan pada hut ke 25 Partai Demokrat di HItigima, Jumat, (04/09/2026).

 

WAMENA,tiiruu.com – Wakil Gubernur Papua Pegunungan yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua Pegunungan, Ones Pahabol, mengingatkan masyarakat penerima bantuan beras agar tidak menjadikan bantuan tersebut sebagai sumber makanan utama dalam jangka panjang.

Menurut Ones Pahabol, bantuan beras yang diberikan pemerintah merupakan bentuk penanganan sementara untuk menghadapi kondisi sulit, sementara masyarakat harus mulai mempersiapkan kembali lahan pertanian guna memenuhi kebutuhan pangan dalam beberapa bulan ke depan.

Hal itu disampaikan Ones Pahabol saat menghadiri kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat yang digelar di Hitigima, Distrik Asso Tipo, Kabupaten Jayawijaya, Jumat (4/9/2026).

“Beras bantuan jangan dijadikan makanan utama. Itu hanya bantuan sementara. Masyarakat harus kembali membuka kebun dan menanam, karena lima bulan ke depan kita harus sudah memikirkan ketersediaan makanan sendiri,” tegas Ones Pahabol.

Ia menjelaskan, kondisi cuaca yang tidak menentu telah berdampak pada hasil pertanian masyarakat. Banyak tanaman ubi dan hasil kebun mengalami kerusakan akibat kekeringan sehingga berpotensi menyebabkan krisis pangan apabila tidak segera diantisipasi.

“Kalau kita tidak mulai bekerja hari ini, nanti empat sampai lima bulan ke depan kita bisa menghadapi kesulitan pangan. Ubi yang sedang dimakan sudah banyak yang rusak, sementara tanaman baru juga sulit tumbuh karena kondisi panas dan kering,” ujarnya.

Ones meminta pemerintah daerah bersama masyarakat tidak hanya fokus pada penyaluran bantuan beras, tetapi juga memastikan masyarakat kembali melakukan aktivitas berkebun.

“Bantuan beras harus menjadi pendukung sambil masyarakat menanam. Jangan sampai kita hanya menunggu bantuan datang, tetapi tidak menyiapkan sumber makanan sendiri,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar distribusi bantuan beras dilakukan secara merata dan tepat sasaran, sehingga seluruh masyarakat yang terdampak dapat merasakan manfaatnya.

“Beras ini harus dibagikan dengan baik. Jangan hanya di satu tempat saja, semua masyarakat yang membutuhkan harus mendapat perhatian,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ones Pahabol menyampaikan bahwa pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten akan terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat, namun keterlibatan masyarakat untuk menjaga ketahanan pangan tetap menjadi hal utama.

“Pemerintah akan membantu, tetapi masyarakat juga harus mengambil bagian. Kebun adalah sumber kehidupan orang pegunungan. Kita harus menjaga dan menghidupkan kembali budaya berkebun,” pungkasnya.

Bantuan beras yang diberikan pemerintah, kata Ones, telah memiliki perhitungan berdasarkan data penerima. Setiap kepala keluarga akan menerima sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

“Data penerima sudah ada. Bantuan ini diberikan sesuai perhitungan, tetapi yang paling penting adalah bagaimana masyarakat tetap memiliki makanan dari hasil kebun sendiri,” tutupnya. (*).