Beranda PAPUA PEGUNUNGAN Selain Pemkab, KNPI Lanny Jaya Desak Kemensos RI Turun Tangan Bantu Korban...

Selain Pemkab, KNPI Lanny Jaya Desak Kemensos RI Turun Tangan Bantu Korban Bencana Kwiyawagi

21
0

TIOM,tiiruu.com — Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Lanny Jaya meminta Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia segera turun tangan membantu penanganan bencana alam yang melanda masyarakat di tiga distrik, yakni Distrik Kwiyawagi, Wano Barat, dan Goa Balim.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua KNPI Kabupaten Lanny Jaya, Robi Wenda, setelah dirinya bersama sejumlah pihak turun langsung ke lokasi bencana pada Jumat (4/9/2026) untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus mendengarkan keluhan warga terdampak.

Robi mengatakan, kondisi bencana yang terjadi saat ini jauh lebih parah dibandingkan bencana serupa yang pernah terjadi di wilayah tersebut sebelumnya.

“Setelah hari ini kami datang dan memastikan langsung di tempat bencana serta mendengarkan keluhan masyarakat, ternyata bencana alam yang terjadi di tiga distrik ini lebih besar dari bencana yang pernah terjadi sebelumnya,” kata Robi di Kwiyawagi, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, dampak bencana tidak hanya menyebabkan kekeringan pada lahan pertanian, tetapi juga telah mengakibatkan kematian ternak masyarakat. Bahkan, ikan-ikan di danau ditemukan mati dan mengapung di permukaan air.

Kondisi kekeringan, lanjut Tobi, juga telah meluas hingga ke sejumlah wilayah di sekitar perbatasan distrik, mulai dari Distrik Melagi hingga Distrik Ayumnati.

“Babi (Hewan) peliharaan masyarakat ikut mati, ikan-ikan di danau juga mati. Kekeringan pada lahan kebun dan pepohonan terjadi hingga ke wilayah perbatasan Distrik Melagi sampai Distrik Ayumnati,” ujarnya.

Ia mengingatkan, apabila kondisi tersebut tidak segera ditangani secara serius, masyarakat yang terdampak berpotensi menghadapi krisis pangan dalam waktu yang cukup panjang.

“Hal ini tentu akan menyebabkan kelaparan besar-besaran bagi masyarakat yang terkena bencana dalam waktu yang cukup lama,” tegasnya.

Atas kondisi tersebut, KNPI Lanny Jaya menilai penanganan bencana tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan anggaran pemerintah daerah. Menurut Tobi, pemerintah pusat melalui Kemensos RI perlu mengambil bagian dalam penanganan kondisi darurat yang dihadapi masyarakat.

“Pemerintah Lanny Jaya tentu memiliki anggaran untuk menangani musibah seperti ini. Tetapi melihat besarnya bencana dan kondisi efisiensi anggaran di daerah saat ini, saya pikir pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial harus ikut membantu kerja-kerja pemerintah daerah,” katanya.

Selain meminta Kemensos turun tangan, Robi juga mendesak Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya segera melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

Ia berharap data tersebut dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk membawa persoalan bencana Kwiyawagi ke pemerintah pusat dan meminta dukungan penanganan, khususnya kebutuhan pangan dan air minum bagi masyarakat.

“Saya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya segera menyiapkan data korban dengan baik dan membawanya ke Jakarta untuk meminta campur tangan pemerintah pusat, terutama dalam pemenuhan makan dan minum bagi warga terdampak,” ujarnya.

Robi menegaskan, langkah cepat diperlukan sebelum kondisi semakin memburuk dan menimbulkan korban jiwa akibat kekurangan pangan.

“Jangan sampai kita menunggu ada korban nyawa akibat kelaparan baru kemudian pemerintah bergerak. Penanganan harus dilakukan sejak sekarang,” tegasnya.

KNPI Lanny Jaya berharap pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dapat segera mengambil langkah konkret untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi serta mencegah dampak bencana berkembang menjadi krisis kemanusiaan yang lebih besar, (*).