
WAMENA,tiiruu.com – Langkah besar pembangunan olahraga Papua Pegunungan resmi dimulai. Melalui Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) I KONI Provinsi Papua Pegunungan, seluruh pengurus olahraga menyatukan komitmen untuk membangun sistem pembinaan atlet yang lebih terarah, profesional, dan berkelanjutan.
Rakerprov yang berlangsung di Hotel Baliem Pilamo, Wamena, 28–29 Agustus 2026 tersebut menjadi momentum bersejarah bagi Papua Pegunungan sebagai provinsi baru dalam menata arah pembangunan olahraga menuju prestasi tingkat nasional hingga internasional.
Dalam forum tersebut, KONI Papua Pegunungan menetapkan 32 cabang olahraga (cabor) prioritas dari total 41 cabor yang terdata. Keputusan ini menjadi strategi organisasi dalam menghadapi keterbatasan anggaran sekaligus mempersiapkan kekuatan atlet menuju Pra-PON 2027 dan PON 2028.
Ketua I KONI Papua Pegunungan, Elai Giban, yang juga menjabat sebagai Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Papua Pegunungan, mengatakan penetapan cabor prioritas dilakukan melalui pembahasan bersama seluruh peserta Rakerprov.
“Dalam Rakerprov Ke-I ini, kami menetapkan 32 cabor dari 41 cabor yang ada. Mengingat efisiensi anggaran yang terbatas baik di tingkat nasional maupun daerah, maka program-program ke depan akan difokuskan pada cabor prioritas,” ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi agar pembinaan olahraga dapat berjalan lebih efektif dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi.
Selain penetapan cabor prioritas, Rakerprov juga membahas penguatan organisasi KONI hingga tingkat kabupaten. Dalam waktu dekat, KONI Papua Pegunungan akan menyelesaikan penetapan Surat Keputusan (SK) serta pengukuhan pengurus KONI di delapan kabupaten, kemudian dilanjutkan dengan pelantikan Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga.
Perkuat Kualitas Atlet Melalui Pembinaan Berkelanjutan
Ketua Umum KONI Papua Pegunungan yang juga Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, menegaskan bahwa KONI harus menjadi wadah pembentukan karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.
Menurutnya, olahraga bukan hanya tentang mengejar kemenangan, tetapi bagaimana membangun sumber daya manusia yang mampu membawa nama baik Papua Pegunungan.
“Ini adalah organisasi tempat kita belajar. Yang pertama harus dibangun adalah disiplin diri, disiplin waktu, dan menghargai tanggung jawab,” ujar John Tabo.
Ia mengingatkan seluruh pengurus KONI kabupaten dan cabang olahraga agar bekerja dengan semangat persatuan serta menjadikan olahraga sebagai sarana membangun generasi masa depan.
“Pemimpin harus mempersiapkan pemimpin berikutnya, bukan pemimpin menjatuhkan pemimpin lain,” tegasnya.
John Tabo juga mengajak seluruh pihak untuk meninggalkan perbedaan politik dalam menjalankan organisasi olahraga. Menurutnya, olahraga harus menjadi ruang persaudaraan dan kebersamaan bagi seluruh masyarakat Papua Pegunungan.
Fokus Tingkatkan SDM Pelatih dan Wasit
Selain pembinaan atlet, KONI Papua Pegunungan juga memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) olahraga.
Elai Giban menjelaskan, pelatih dan wasit menjadi bagian penting dalam mencetak atlet berkualitas. Karena itu, KONI akan mendorong peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan sertifikasi di luar daerah.
“Pelatih dan wasit adalah penentu keberhasilan para atlet di masa depan. Mereka harus memiliki kemampuan dan standar yang baik agar pembinaan berjalan maksimal,” jelasnya.
Ia juga meminta para bupati di delapan kabupaten agar mendukung pembinaan olahraga di wilayah masing-masing dengan memanfaatkan sarana, prasarana, serta potensi atlet lokal.
“Kami mengimbau para bupati untuk mempersiapkan cabor unggulan di daerahnya. Potensi atlet yang ada harus dibina dan dikembangkan secara optimal,” katanya.
Sejarah Baru Olahraga Papua Pegunungan
Dalam Rakerprov tersebut, Gubernur John Tabo turut memberikan apresiasi terhadap perjuangan atlet Papua Pegunungan yang berhasil mencatat sejarah pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara dengan meraih enam medali.
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa atlet Papua Pegunungan memiliki kemampuan untuk bersaing apabila mendapatkan pembinaan yang serius.
“Ini menjadi catatan sejarah pertama bagi Papua Pegunungan. Karena itu, atlet yang sudah berprestasi harus menjadi prioritas dalam pembinaan,” ujarnya.
Dengan ditetapkannya cabor prioritas, penguatan organisasi, serta peningkatan kualitas pelatih dan atlet, KONI Papua Pegunungan berharap mampu membangun fondasi olahraga yang kuat.
Rakerprov pertama ini menjadi awal perjalanan panjang Papua Pegunungan untuk melahirkan atlet-atlet unggulan yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. (*).










































