Beranda PAPUA PEGUNUNGAN Kemensos RI Tembus Wilayah Sulit Papua Pegunungan, Pastikan Warga Terdampak Tidak Sendiri,...

Kemensos RI Tembus Wilayah Sulit Papua Pegunungan, Pastikan Warga Terdampak Tidak Sendiri, Salurkan Bantuan Rp1.2 Miliar

30
0
Warga saat memindahkan bantuan kemensos berupa bahan makanan di distrik Walaik, Kabupaten Jayawijaya, Kamis (27/08/2026).

WAMENA,tiiruu.com  – Di balik hamparan pegunungan Papua yang menjulang tinggi, ada cerita tentang masyarakat yang sedang berjuang menghadapi kerasnya alam. Kekeringan panjang, hujan es yang merusak kebun, hingga sulitnya akses menuju kampung-kampung terpencil membuat kehidupan warga semakin berat.

Namun di tengah situasi itu, sebuah pesan kuat kembali hadir: masyarakat di pedalaman Papua Pegunungan tidak sendiri.

Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) turun langsung menjangkau wilayah-wilayah terdampak bencana dengan membawa bantuan kemanusiaan senilai Rp1.239.476.460. dalam bentuk bahan makanan (bama).

Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah pusat bagi masyarakat yang mengalami dampak bencana di sejumlah wilayah Provinsi Papua Pegunungan.

Dari total bantuan tersebut, sebesar Rp608.603.460 diperuntukkan bagi masyarakat terdampak di empat distrik yang berada di Kabupaten Lanny Jaya dan Kabupaten Nduga. Sementara bantuan senilai Rp630.873.000 diberikan kepada masyarakat terdampak di enam distrik Kabupaten Jayawijaya.

Penyaluran bantuan dilakukan dengan kehadiran langsung Roberto Koibur, Pekerja Sosial Ahli Pertama Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) Kemensos RI, yang membawa pesan bahwa pemerintah hadir hingga ke wilayah yang sulit dijangkau.

Kuyawage, Ketika Kebun Rusak dan Harapan Mulai Menipis

Di Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya, masyarakat mengalami masa sulit setelah kekeringan panjang melanda wilayah mereka.

Hampir tiga bulan tanpa hujan membuat sumber kehidupan warga terganggu. Kebun yang selama ini menjadi sandaran hidup mulai kehilangan hasil. Tanaman petatas, sayur-sayuran dan berbagai tanaman pangan masyarakat rusak.

Belum selesai menghadapi kekeringan, masyarakat kembali menghadapi bencana lain ketika hujan es turun dan menghantam wilayah tersebut. Tanaman yang menjadi sumber makanan utama warga mengalami kerusakan, baik bagian daun maupun umbi yang tersimpan di dalam tanah.

Kondisi itu membuat sebagian masyarakat mulai kesulitan memenuhi kebutuhan pangan dan menghadapi ancaman gangguan kesehatan.

Di tengah keadaan tersebut, bantuan Kemensos RI tiba di Kuyawage pada Jumat (21/8/2026).
Bantuan tersebut dibawa menggunakan 20 kendaraan jenis Triton dan Hilux yang dilepas langsung oleh Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol dari Wamena.

Perjalanan menuju Kuyawage menjadi tantangan tersendiri. Jalan yang rusak, bebatuan, tanjakan curam dan medan pegunungan yang berat harus dilalui oleh rombongan sebelum akhirnya tiba di lokasi setelah perjalanan sekitar lima hingga enam jam.

Bantuan yang dibawa berupa 14 ton 35 kilogram beras, 219 kilogram gula pasir, 219 karton kopi, serta 700 karton mi instan.

Roberto Koibur mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.

“Bantuan ini mungkin tidak menyelesaikan seluruh persoalan, tetapi kami berharap bisa membantu masyarakat yang terdampak langsung. Yang kami bawa adalah kebutuhan dasar seperti beras, mi instan, gula dan kopi,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi masyarakat Kuyawage yang tetap bertahan meskipun berada dalam kondisi penuh keterbatasan.

Menjangkau Walaik dan Walelagama, Bantuan Hadir di Ujung Jalan Sulit

Selain Kuyawage, perhatian Kemensos RI juga diarahkan kepada masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Jayawijaya.

Bersama Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jayawijaya Simon Kalolik, tim pemerintah menyalurkan bantuan beras lebih dari 4 ton kepada masyarakat Distrik Walaik dan Walelagama.

Untuk sampai ke Distrik Walaik, rombongan harus melewati jalur yang tidak mudah. Kondisi jalan yang berlubang, menanjak dan berada di wilayah pegunungan menjadi tantangan selama perjalanan.

Namun medan berat tersebut tidak menghentikan langkah pemerintah untuk bertemu langsung dengan masyarakat.

Warga menyambut kedatangan pemerintah dengan penuh sukacita. Mereka menilai kehadiran Kemensos RI menjadi bukti perhatian negara terhadap masyarakat yang berada jauh dari pusat pemerintahan.

Tokoh masyarakat Walaik, Silas Asso, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan.
“Kami tidak membuat proposal, kami hanya menyampaikan kondisi kami. Tetapi pemerintah datang melihat langsung dan membawa bantuan. Kami sangat berterima kasih,” katanya.

Pemerintah Daerah Apresiasi Respons Cepat Kemensos

Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Pegunungan Yanius Telenggen mengatakan, bantuan tersebut merupakan hasil koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat setelah melihat kondisi masyarakat terdampak.

Menurutnya, bantuan harus dikawal agar benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Kami hadir berdasarkan laporan dari daerah. Bantuan ini kami kawal sampai bertemu langsung dengan masyarakat,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lanny Jaya Petron Kogoya menyampaikan penghargaan kepada Kemensos RI yang cepat merespons kebutuhan masyarakat.

“Kami berterima kasih karena aspirasi masyarakat mendapat perhatian. Bantuan ini sangat berarti bagi warga yang sedang mengalami masa sulit,” ungkapnya.

Wagub Minta Delapan Kabupaten Perkuat Antisipasi Bencana

Melihat kondisi yang terjadi di sejumlah wilayah, Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol meminta para bupati di delapan kabupaten agar meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah cepat menghadapi ancaman bencana.

Menurutnya, dampak kekeringan tidak hanya berpengaruh terhadap tanaman pangan, tetapi juga menyentuh kebutuhan air bersih dan kesehatan masyarakat.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan maupun aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

“Semua pihak harus bersama-sama menjaga kondisi ini. Pemerintah harus hadir dan masyarakat juga harus ikut menjaga lingkungan,” katanya.

Pahabol menambahkan, Bagi masyarakat Papua Pegunungan, bantuan Kemensos RI memiliki arti lebih dari sekadar bahan makanan. Bantuan tersebut menjadi tanda bahwa perhatian pemerintah tetap sampai ke lembah-lembah terpencil, tempat masyarakat terus bertahan menjaga kehidupan mereka.

Di tengah bencana yang belum sepenuhnya berakhir, kehadiran pemerintah menjadi cahaya harapan bagi warga untuk kembali bangkit. (*).