Beranda OLAHRAGA Pembukaan Badai Cartenz Cup VI 2026, Panitia Serukan Sportivitas dan Sampaikan Solidaritas...

Pembukaan Badai Cartenz Cup VI 2026, Panitia Serukan Sportivitas dan Sampaikan Solidaritas bagi Warga Intan Jaya

87
0

NABIRE, tiiruu.com – Turnamen sepak bola Badai Cartenz Cup VI Tahun 2026 resmi dibuka di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Senin (6/7/2026). Pembukaan turnamen dihadiri lebih dari 200 orang yang terdiri atas unsur pemerintah, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, serta para peserta turnamen.

 

Hadir dalam acara tersebut antara lain Bupati Paniai, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Papua Tengah Alandino Giyai, Asisten III Kabupaten Nabire, Ketua Askab PSSI Kabupaten Nabire, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

 

Mewakili Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Alandino Giyai, menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara yang telah menginisiasi pelaksanaan turnamen tersebut sebagai wadah pembinaan olahraga sekaligus memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.

 

“Kami menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana Turnamen Sepak Bola Badai Cartenz Cup VI. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sportivitas serta mendorong kegiatan-kegiatan positif bagi generasi muda,” kata Giyai dalam sambutannya.

 

Menurut Giyai, sepak bola merupakan olahraga yang dekat dengan kehidupan masyarakat karena mengajarkan nilai disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan sikap saling menghormati.

 

“Melalui sepak bola kita belajar tentang kebersamaan, disiplin, dan sikap saling menghargai. Nilai-nilai tersebut penting bukan hanya di lapangan pertandingan, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

 

Ia berharap turnamen yang diikuti 23 tim tersebut menjadi ruang bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus melahirkan bibit-bibit pesepak bola potensial dari Papua Tengah.

 

“Kegiatan seperti ini dapat memperkuat persaudaraan, membangun semangat kebersamaan, serta mendorong munculnya talenta-talenta sepak bola dari Papua Tengah,” katanya.

 

Giyai juga mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung tinggi nilai sportivitas selama pertandingan berlangsung.

 

“Saya berpesan kepada seluruh pemain agar bertanding dengan semangat, tetapi tetap menjunjung tinggi sportivitas. Menang dan kalah adalah bagian dari pertandingan. Yang terpenting ialah menunjukkan disiplin, menghormati aturan, serta menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.

 

Kepada panitia pelaksana, wasit, pelatih, dan ofisial tim, ia berharap seluruh rangkaian pertandingan dapat berjalan tertib, adil, aman, dan bertanggung jawab.

 

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus CEO Badai Cartenz Cup VI, Henes Sondegau, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah, aparat TNI, para sponsor, dan seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan turnamen tersebut.

 

“Atas nama panitia, kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, TNI, serta seluruh sponsor yang telah membantu memberikan dukungan sehingga Turnamen Badai Cartenz Cup VI dapat terselenggara,” kata Sondegau.

 

Menurut Sondegau, turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi ruang mempererat persaudaraan dan memperkuat kecintaan terhadap Papua.

 

“Melalui Badai Cartenz Cup ini, kami ingin membangun semangat kebersamaan, kerinduan akan kemenangan, serta kecintaan terhadap Tanah Papua,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan itu, Sondegau juga menyinggung situasi keamanan yang masih terjadi di Kabupaten Intan Jaya. Ia mengatakan penyelenggaraan turnamen dilakukan di tengah keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang terdampak konflik.

 

“Kita menyelenggarakan turnamen ini di tengah situasi yang tidak mudah, terutama bagi keluarga-keluarga kita di Intan Jaya. Mereka hidup dalam kecemasan dan ketakutan akibat konflik yang terjadi,” katanya.

 

Ia menegaskan bahwa olahraga harus menjadi media untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan persatuan.

 

“Kita tidak boleh berpaling dari realitas yang sedang dihadapi saudara-saudara kita. Turnamen ini merupakan pernyataan sikap bahwa semangat olahraga, persatuan, dan kemanusiaan harus tetap menyala. Melalui pertandingan ini kita mengirim pesan perdamaian,” ujarnya.

 

Sondegau juga mengajak seluruh peserta menjadikan setiap pertandingan sebagai ajang menunjukkan martabat dan nilai-nilai luhur masyarakat Papua yang cinta damai.

 

“Jadikan setiap pertandingan sebagai panggung untuk menunjukkan martabat serta nilai-nilai luhur orang Papua yang cinta damai. Tidak ada perbedaan yang dapat memisahkan kita. Jadikan Badai Cartenz Cup VI sebagai medali kemanusiaan,” katanya.

 

Ia menutup sambutannya dengan menyerukan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak konflik di Intan Jaya.

 

“Save Intan Jaya,” ujar Sondegau.

 

Turnamen Badai Cartenz Cup VI dijadwalkan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan dengan melibatkan puluhan tim sepak bola dari berbagai daerah di Papua Tengah.