Nabire, tiiruu.com – Ketua Sinode Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Wilayah II Papua Tengah, Pdt. Dr. Hans Wakerkwa, M.Si., mengutuk keras serangkaian peristiwa penembakan yang menewaskan sejumlah warga sipil di Kabupaten Intan Jaya dan Yahukimo. Ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata menghormati hukum humaniter internasional dan menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil.
Dalam pernyataan resminya yang diterima media, Hans Wakerkwa menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dunia dalam sejumlah insiden tersebut. Menurutnya, peristiwa itu telah menimbulkan duka mendalam serta mencederai nilai-nilai kemanusiaan.
“Dengan hati yang sangat berduka dan penuh keprihatinan, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban penembakan terhadap warga sipil di Kabupaten Intan Jaya dan seorang kapten pesawat misi AMA di Yahukimo,” kata Hans kepada tiiruu.com, Jumat (3/7/2026).
Ia menyebut korban yang dimaksud dalam pernyataan tersebut meliputi Evangelis Elianus Agimbau, yang disebut sebagai gembala jemaat GKII; Oto Sani atau Tipagau; Melkiana Duwitau yang disebut sedang hamil delapan bulan; serta Nicholas F. Goselin, warga negara Amerika Serikat yang bekerja sebagai pilot pesawat misi AMA.
Hans menegaskan bahwa setiap manusia memiliki martabat yang harus dihormati tanpa memandang latar belakang maupun situasi konflik.
“Setiap manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Karena itu, tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan kekerasan terhadap warga sipil yang tidak terlibat dalam konflik,” ujarnya.
Menurut Hans, seluruh pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata memiliki kewajiban untuk mematuhi prinsip-prinsip hukum humaniter internasional. Ia menilai penghormatan terhadap hak hidup manusia harus tetap dijunjung tinggi dalam situasi apa pun.
Dalam pernyataannya, GKII Wilayah II Papua Tengah juga mendesak Pemerintah Republik Indonesia melakukan penyelidikan yang independen, menyeluruh, dan transparan terhadap berbagai peristiwa penembakan tersebut.
Selain itu, pemerintah diminta menegakkan hukum secara adil terhadap siapa pun yang terbukti bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Hans juga meminta pemerintah menjamin perlindungan terhadap seluruh warga sipil di Tanah Papua agar peristiwa serupa tidak terus berulang. Menurutnya, penyelesaian berbagai persoalan di Papua perlu mengedepankan pendekatan kemanusiaan, keadilan, dan dialog damai.
Selain itu, GKII Wilayah II Papua Tengah meminta pemerintah mengevaluasi keberadaan dan penempatan personel TNI nonorganik di seluruh wilayah Papua. Pada saat yang sama, gereja juga menyerukan kepada kelompok bersenjata maupun aparat keamanan untuk menghentikan kekerasan terhadap warga sipil.
“Kami menyerukan kepada OPM maupun TNI/Polri agar menghentikan kekerasan terhadap warga sipil di Tanah Papua,” kata Hans.
Sebagai pimpinan gereja, Hans mengajak seluruh jemaat GKII untuk tidak membalas kekerasan dengan kekerasan. Ia meminta umat tetap mengedepankan doa, memberikan dukungan kepada keluarga korban, serta menjadi pembawa damai di tengah situasi konflik.
“Kiranya Tuhan Yesus Kristus menghibur keluarga yang kehilangan, menyembuhkan mereka yang terluka, dan menghadirkan damai sejahtera serta keadilan bagi seluruh masyarakat di Tanah Papua maupun keluarga korban di Amerika Serikat,” ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah maupun aparat keamanan terkait pernyataan GKII Wilayah II Papua Tengah tersebut.
Sementara itu, terkait insiden yang menewaskan pilot pesawat misi AMA di Yahukimo, berbagai pihak masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat berwenang mengenai kronologi dan pihak yang bertanggung jawab.








































