Beranda ADVERTORIAL Bupati Deiyai Salurkan 515 Bibit Babi Tahap Pertama, Targetkan 2.500 Ekor untuk...

Bupati Deiyai Salurkan 515 Bibit Babi Tahap Pertama, Targetkan 2.500 Ekor untuk Wujudkan Masyarakat Tonawi

184
0
Bupati Deiyai menyerahkan perpuluhan bibit ternak babi kepada pendeta dan pastor sebagai wujud syukur kepada Tuhan sebelum penyaluran bantuan tahap pertama kepada masyarakat di halaman Kantor Polres Deiyai, Selasa (21/7/2026).
Bupati Deiyai menyerahkan perpuluhan bibit ternak babi kepada pendeta dan pastor sebagai wujud syukur kepada Tuhan sebelum penyaluran bantuan tahap pertama kepada masyarakat di halaman Kantor Polres Deiyai, Selasa (21/7/2026).

Deiyai, Tiiruu.com – Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dinas Ketahanan Pangan mulai menyalurkan bantuan ternak babi tahap pertama kepada masyarakat sebagai bagian dari program ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi berbasis peternakan. Sebanyak 515 ekor bibit babi diserahkan kepada kelompok penerima manfaat dalam kegiatan yang berlangsung di halaman Polres Deiyai, Selasa (21/7/2026).

Penyerahan bantuan dipimpin langsung oleh Bupati Deiyai, Melkianus Mote, ST, didampingi jajaran Pemerintah Kabupaten Deiyai, Dinas Ketahanan Pangan, serta aparat Polres Deiyai.

Dalam sambutannya, Bupati Melkianus Mote menjelaskan bahwa penyaluran bantuan semula direncanakan berlangsung di halaman Kantor Bupati. Namun, demi menjamin keamanan dan ketertiban, lokasi kegiatan dipindahkan ke halaman Polres Deiyai.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat karena pembagian tidak dilakukan di Kantor Bupati. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Deiyai beserta jajaran yang telah memberikan izin menggunakan halaman Polres sehingga pembagian bantuan dapat berlangsung dengan aman dan tertib,” kata Melkianus Mote.

Bupati menegaskan bahwa program bantuan ternak babi merupakan salah satu program prioritas pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor peternakan. Menurutnya, selama dirinya masih memimpin Kabupaten Deiyai, program tersebut akan terus dilanjutkan.

Ia mengatakan, pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Deiyai menargetkan penyaluran 2.500 ekor bibit babi yang akan disalurkan secara bertahap kepada masyarakat di berbagai distrik.

Menurut Melkianus, bantuan tersebut bukan sekadar program pembagian ternak, tetapi menjadi langkah strategis untuk membangun ekonomi masyarakat hingga mampu mewujudkan masyarakat Tonawi melalui pengembangan Ekina (babi) sebagai salah satu komoditas unggulan masyarakat Deiyai.

“Program ini bertujuan agar masyarakat memiliki usaha peternakan sendiri. Kalau babi dipelihara dengan baik, berkembang biak, maka keluarga akan memiliki sumber ekonomi yang berkelanjutan. Inilah yang kami maksud mewujudkan masyarakat Tonawi melalui Ekina,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan masyarakat agar menjaga ketertiban selama proses penyaluran bantuan. Ia meminta masyarakat tidak saling berebut karena seluruh bantuan telah dibagikan berdasarkan kelompok penerima yang telah diverifikasi pemerintah.

Selain itu, ia berharap setiap penerima mampu memelihara ternak tersebut dengan baik sehingga dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga.

“Jagalah ternak ini dengan baik. Pemerintah ingin masyarakat saling memperkaya diri melalui usaha peternakan. Tahun depan kami akan membeli bibit dari kelompok-kelompok masyarakat yang berhasil mengembangkan ternaknya sehingga perputaran ekonomi terjadi di tengah masyarakat sendiri,” tegasnya.

Melkianus juga menyampaikan bahwa pemerintah akan mengembangkan pola pemberdayaan peternak lokal. Pada tahun-tahun berikutnya, bibit babi yang akan dibagikan kepada masyarakat direncanakan berasal dari hasil pengembangan kelompok peternak di Kabupaten Deiyai sendiri.

Karena itu, ia meminta kelompok penerima tidak menaikkan harga ternak ketika pemerintah melakukan pembelian kembali pada tahun mendatang.

Menurutnya, apabila sistem tersebut berjalan baik, maka manfaat program tidak hanya dirasakan penerima bantuan, tetapi juga akan menciptakan perputaran ekonomi yang lebih besar di tingkat kampung.

Di hadapan masyarakat, Bupati juga menginstruksikan Dinas Ketahanan Pangan agar menyerahkan seluruh data penerima bantuan kepada Dinas Pertanian. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari adanya penerima ganda dalam program bantuan pemerintah.

Ia menjelaskan, sinkronisasi data antardinas sangat penting agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang belum pernah menerima bantuan serupa.

“Supaya masyarakat yang sudah menerima bantuan dari Dinas Ketahanan Pangan tidak lagi menerima bantuan yang sama dari Dinas Pertanian. Dengan demikian, bantuan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Deiyai, Mando Mote, mengatakan penyaluran 515 ekor bibit babi merupakan tahap pertama dari target penyaluran tahun 2026.

Menurutnya, seluruh proses distribusi dilakukan berdasarkan data kelompok penerima yang telah ditetapkan pemerintah agar bantuan tepat sasaran dan dapat mendukung peningkatan ketahanan pangan serta ekonomi masyarakat.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan bibit babi secara simbolis oleh Bupati Melkianus Mote kepada tujuh orang perwakilan penerima manfaat, sebagai tanda dimulainya penyaluran tahap pertama bantuan ternak babi kepada masyarakat Kabupaten Deiyai.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Deiyai berharap masyarakat dapat mengembangkan usaha peternakan secara berkelanjutan, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pengembangan komoditas lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi.