Beranda PAPUA PEGUNUNGAN Perkuat Garda Terdepan Lawan HIV/AIDS, Pemda Jayawijaya Melalui KPA Salurkan Dana Hibah...

Perkuat Garda Terdepan Lawan HIV/AIDS, Pemda Jayawijaya Melalui KPA Salurkan Dana Hibah PMT Ke 18 Puskesmas, LSM, dan Pokja

245
0
Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Komisi Pengulangan AIDS (KPA) menyerahkan dana hibah Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 18 Puskesmas, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan kelompok kerja (Pokja) yang terlibat dalam pelayanan serta pendampingan HIV/AIDS. di kawasan Pikhe Wamena,  Senin (14/07/2025).

WAMENA,tiiruu.com – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Komisi Pengulangan AIDS (KPA) menyerahkan dana hibah Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 18 Puskesmas, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan kelompok kerja (Pokja) yang terlibat dalam pelayanan serta pendampingan HIV/AIDS.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Jayawijaya Athenius Murib selaku Ketua Umum KPA Jayawijaya bersama Wakil Bupati Ronny Elopere saat melakukan kunjungan ke Kantor Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Jayawijaya di kawasan Pikhe Wamena,  Senin (14/07/2025).

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap tenaga kesehatan dan mitra kerja yang selama ini berada di garis depan dalam menangani persoalan HIV/AIDS di Kabupaten Jayawijaya.

Bupati Athenius Murib yang juga selaku Ketua Umum KPA Jayawijaya itu mengatakan, pemerintah daerah dan KPA tidak bisa bekerja sendiri dalam menangani HIV/AIDS. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah, tenaga kesehatan, Puskesmas, LSM, Pokja, serta masyarakat.

“Puskesmas dan para pendamping memiliki peran penting karena mereka langsung berhadapan dengan masyarakat dan pasien. Pemerintah akan terus memberikan dukungan agar pelayanan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, pemberian dana hibah PMT diharapkan dapat membantu mendukung kebutuhan pasien serta memperkuat pelayanan di tingkat lapangan.

Ketua Harian KPA Jayawijaya Tonius Wenda mengatakan dukungan tersebut sangat membantu pihaknya dalam menjalankan program, terutama dalam menjangkau pasien yang berada di wilayah-wilayah sulit.

Ia menjelaskan, selama ini banyak kendala yang dihadapi, termasuk keterbatasan dukungan operasional bagi LSM pendamping yang harus menjangkau masyarakat hingga kampung-kampung.

“LSM menjadi ujung tombak karena mereka turun langsung mendampingi pasien. Dengan adanya dukungan ini kami berharap pelayanan semakin kuat,” katanya.

Tonius juga berharap ke depan pemerintah daerah dapat terus memperhatikan keberlangsungan program HIV/AIDS dan perbaikan pagar di sekitaran kantor KPA agar penanganan tidak hanya bersifat sementara, tetapi berkelanjutan dan memberikan rasa aman di tempat kerja. (*).