WAMENA,tiiruu.com – Di tengah dinginnya Kota Wamena, semangat baru politik anak muda mulai dibangun dari sebuah rumah sederhana yang disebut sebagai “honai perjuangan.” Pada Kamis, 7 Mei 2026, Dewan Pimpinan Pusat PSI meresmikan Sekretariat DPW PSI Papua Pegunungan di Kabupaten Jayawijaya.
Peresmian sekretariat itu bukan sekadar membuka sebuah kantor partai. Bagi kader PSI di Papua Pegunungan, bangunan tersebut menjadi simbol perjalanan panjang mereka yang selama ini bergerak tanpa rumah politik tetap.
Pengurus DPP PSI, Gifari, mengatakan hadirnya sekretariat baru diharapkan mampu memperkuat konsolidasi kader sekaligus mempermudah penyusunan agenda politik partai ke depan.
“Kami berharap dengan adanya sekretariat ini seluruh rencana kerja partai dapat berjalan lebih optimal. Semangat solidaritas harus terus dijaga agar PSI semakin besar dan kuat di Papua Pegunungan,” ujarnya.
Sebelum memiliki sekretariat permanen, aktivitas politik PSI di Papua Pegunungan dijalankan dengan cara sederhana.
Ketua DPW PSI Papua Pegunungan, Yotam Wonda, mengenang bagaimana para kader selama ini sering berdiskusi di warung kopi hingga kafe-kafe kecil di Wamena.
Namun keterbatasan itu tidak mematahkan semangat mereka.
“Selama ini kami bekerja tanpa sekretariat. Kadang rapat di tempat ngopi, di kafe, berpindah-pindah. Tetapi dari kerja sederhana itu, PSI mampu meraih dua kursi DPR Papua Pegunungan dan lima kursi DPR kabupaten pada Pemilu 2024,” kata Yotam.
Bagi Yotam, capaian tersebut menjadi bukti bahwa kerja politik tidak selalu dimulai dari fasilitas besar, tetapi dari semangat kader yang tetap solid membangun kepercayaan masyarakat.
Kini, dengan hadirnya sekretariat baru, PSI Papua Pegunungan ingin melangkah lebih jauh. Yotam optimistis dukungan dari DPP PSI, termasuk kepercayaan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, akan menjadi energi baru bagi partai tersebut dalam menghadapi agenda politik mendatang.
“Kalau dulu tanpa sekretariat saja kami bisa bekerja maksimal, sekarang kami yakin seluruh kader akan lebih optimal lagi dalam meraih suara rakyat Papua Pegunungan,” tegasnya.
Sebagai Wakil Bupati Tolikara, Yotam menyebut sekretariat itu bukan hanya kantor administratif partai. Ia mengibaratkannya sebagai “honai” rumah adat masyarakat pegunungan Papua — tempat semua gagasan politik akan dibicarakan dan dirancang bersama.
“Sekretariat ini adalah honai PSI di Papua Pegunungan. Dari tempat ini kami akan memulai langkah-langkah politik untuk membawa kejayaan partai di tanah Papua Pegunungan,” katanya.
Nuansa budaya Papua juga terasa dalam harapan Yotam terhadap rencana kunjungan Ketua PSI ke Wamena pada Jumat, 8 Mei 2026. Ia berharap Kaesang Pangarep dapat datang langsung ke sekretariat yang mereka sebut sebagai honai perjuangan itu.
“Kami berharap Ketua PSI bisa datang masuk ke honai ini. Dalam budaya kami di Papua Pegunungan, seorang laki-laki harus masuk honai supaya diterima menjadi anak adat,” pungkasnya. (*).










































