
WAMENA,tiiruu.com – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 di Provinsi Papua Pegunungan berlangsung dengan cara yang berbeda dan bermakna.
Pemerintah provinsi memilih aksi nyata: menanam 1.500 pohon di kawasan Kampus Balim Global Training Center (BGTC), Napua, Kabupaten Jayawijaya.
Mengusung semangat “Hijaukan Lembahku”, kegiatan ini melibatkan sekitar 300 peserta dari berbagai elemen, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga komunitas pemuda. Mereka berasal dari SMA Sekolah Papua Harapan Jayapura, English Club Curhat Wamena, STKIP Kristen Wamena, staf BGTC, serta anak-anak muda di wilayah Wamena.
Suasana kebersamaan tampak sejak awal kegiatan. Para peserta turun langsung ke lahandengan semangat O Ai Yasuok, menanam bibit pohon satu per satu sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan Lembah Baliem.
Gubernur Papua Pegunungan yang diwakili Pendiri Balim Global Training Center (BGTC) Paul Wetipo usai penanaman pohon menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari pendidikan karakter generasi muda.
“Melalui reboisasi ini, kita ingin membangun kesadaran anak-anak sekolah dan mahasiswa agar mencintai lingkungan. Menanam pohon adalah kebiasaan baik yang harus dibangun sejak dini,” ujarnya di Wamena Sabtu, (02/05/2026).
Balim Global Training Center (BGTC) sendiri merupakan lembaga pendidikan yang didirikan oleh Paul Wetipo sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia dengan pendekatan terintegrasi.
Kegiatan penghijauan ini juga tidak terlepas dari peran para inisiator, yakni Pak Buzz dan Ibu Myrna Maxey, yang turut mendorong lahirnya gerakan “Hijaukan Lembahku” sebagai bagian dari pendidikan berbasis aksi nyata.
Aksi reboisasi di kawasan BGTC Napua ini menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kelestarian alam di Papua Pegunungan, khususnya di Lembah Baliem.
Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan komunitas pemuda diharapkan terus berlanjut. Gerakan ini menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui tindakan nyata yang berdampak langsung bagi lingkungan dan masa depan.
Dengan semangat tersebut, BGTC hadir sebagai pusat pendidikan terintegrasi berstandar internasional yang tidak hanya mencetak generasi cerdas, tetapi juga generasi yang peduli terhadap alam. (*).









































