Beranda PAPUA PEGUNUNGAN Beri Dukungan Penuh Kontingen Pesparawi Papua Pegunungan, Bupati Athenius Murib : Suara Papua...

Beri Dukungan Penuh Kontingen Pesparawi Papua Pegunungan, Bupati Athenius Murib : Suara Papua Highlands Harus Bergema di Manokwari

174
0
Bupati Kabupaten Jayawijaya Athenius Murib saat mengunjungi para peserta dan pelatih di Gedung Aitosha, Wamena, Selasa (16/06/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyerahkan bantuan dana sebesat 200 juta

WAMENA,tiiruu.com – Harapan agar “Suara Papua Highlands bergema di Manokwari” menjadi pesan penuh semangat yang disampaikan Bupati Jayawijaya, Athenius Murib, saat memberikan dukungan langsung kepada Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparawi) Provinsi Papua Pegunungan yang akan berlaga pada Pesparawi Nasional 2026 di Manokwari, Provinsi Papua Barat. Dengan persiapan yang telah mencapai 95 persen dan semangat yang tinggi, sebanyak 188 peserta siap membawa nama Papua Pegunungan untuk meraih prestasi sekaligus memuliakan Tuhan melalui pujian dan nyanyian gerejawi.

Dukungan tersebut disampaikan Bupati Athenius Murib saat mengunjungi para peserta dan pelatih di Gedung Aitosha, Wamena, Selasa (16/06/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyerahkan bantuan dana sebesat 200 juta dan menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dalam membantu dan memastikan kesiapan keberangkatan kontingen menuju ajang nasional.

“Kami pemerintah daerah Kabupaten Jayawijaya punya hati untuk melihat bagaimana kesiapan keberangkatan tim Pesparawi Papua Pegunungan yang akan berangkat ke Manokwari. Kami juga mendengar berbagai kesulitan yang dihadapi, baik transportasi maupun kebutuhan lain yang diperlukan tim,” ujar Athenius.

Menurutnya, pemerintah daerah telah berupaya mengusahakan penggunaan pesawat Hercules untuk mengangkut kontingen dari Wamena menuju Manokwari. Bahkan koordinasi telah dilakukan hingga ke Jakarta. Namun, upaya tersebut belum dapat terealisasi karena armada Hercules saat ini diprioritaskan untuk kebutuhan internal TNI, penanganan bencana alam, dan tugas-tugas tertentu atas perintah Presiden.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya tetap menunjukkan dukungan nyata dengan membantu biaya transportasi bagi seluruh kontingen. Athenius berharap bantuan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi para peserta yang akan membawa nama Papua Pegunungan di tingkat nasional.

“Kami berharap bantuan ini dapat membawa semangat bagi tim Pesparawi Papua Pegunungan yang telah dilepas secara resmi oleh Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan. Kami juga mengajak berbagai pihak yang ingin membantu dan memberikan sumbangan untuk mendukung kebutuhan tim selama di Manokwari,” katanya.

Sebanyak 188 peserta dijadwalkan berangkat dari Wamena menuju Biak sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan Kapal Kasuari menuju Manokwari. Bupati pun mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan keselamatan perjalanan dan keberhasilan kontingen.

“Kita doakan bersama agar perjalanan mereka aman dan selamat. Semoga suara Papua Highlands, suara dari Papua Pegunungan, dapat bergema di Manokwari dan dipakai Tuhan sehingga mereka menjadi yang terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kontingen Pesparawi Papua Pegunungan, Chris Manuputi, menjelaskan bahwa persiapan menuju ajang nasional telah dilakukan sejak Februari 2025. Persiapan tersebut dimulai setelah Papua Pegunungan berhasil meraih gelar juara umum pada Pesparawi tingkat Provinsi Papua di Kabupaten Keerom, yang kemudian mengantarkan daerah ini menjadi wakil Papua pada ajang Pesparawi Nasional.

Chris mengungkapkan bahwa awalnya Papua Pegunungan berencana mengikuti sembilan kategori lomba. Namun karena berbagai keterbatasan, satu kategori yakni musik pop gereja terpaksa dibatalkan sehingga kontingen kini fokus mengikuti delapan kategori perlombaan.

“Kami mengikuti delapan kategori, di antaranya Paduan Suara Campuran Dewasa, Paduan Suara Dewasa Pria, Paduan Suara Dewasa Wanita, Paduan Suara Remaja, Paduan Suara Anak, solo, dan beberapa kategori lainnya,” jelasnya.

Menurut Chris, tingkat kesiapan kontingen saat ini telah mencapai sekitar 95 persen. Sisanya akan disempurnakan selama perjalanan dan menjelang perlombaan di Manokwari.

Ia mengakui bahwa keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi pemerintah menjadi tantangan tersendiri. Namun hal tersebut tidak mengurangi semangat para peserta untuk memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama Papua Pegunungan.

Sesuai jadwal, kontingen akan bertolak dari Wamena menuju Biak dan melanjutkan perjalanan menggunakan Kapal Kasuari menuju Manokwari. Setibanya pada 18 Juni 2026, peserta akan mengikuti rangkaian kegiatan penyambutan, uji pentas pada 19 Juni, ibadah bersama dan pembukaan kegiatan pada 20 Juni, sebelum memasuki perlombaan yang dimulai pada 22 Juni mendatang.

Meski berasal dari provinsi yang masih tergolong baru, Papua Pegunungan tetap menatap ajang nasional dengan optimisme tinggi. Chris menegaskan bahwa kontingennya tidak hanya datang untuk berpartisipasi, tetapi juga membawa target prestasi yang membanggakan.

“Kami tidak minder walaupun Papua Pegunungan adalah daerah otonom baru. Kami punya target meraih prestasi yang menggemparkan Indonesia, bahkan menjadi juara umum. Namun yang paling utama, forum ini adalah wadah untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Semuanya untuk Tuhan,” pungkasnya.

Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, doa masyarakat, serta kerja keras para peserta dan pelatih, Kontingen Pesparawi Papua Pegunungan optimistis mampu menorehkan prestasi terbaik sekaligus membuktikan bahwa suara Papua Highlands siap bergema dari Manokwari ke seluruh Indonesia. (*)