Beranda PAPUA PEGUNUNGAN Waspadai Ancaman Melemahnya Rupiah, Terius Yigibalom Minta Pemerintah Terbuka dan Ajak Masyarakat...

Waspadai Ancaman Melemahnya Rupiah, Terius Yigibalom Minta Pemerintah Terbuka dan Ajak Masyarakat Pegunungan Kembali Bertani

175
0
Wakil Ketua II DPRD Provinsi Papua Pegunungan, Terius Yigibalom saat wawancara di ruang kerjanya, Selasa, (02/06/2026).

Wamena,tiiruu.com – Wakil Ketua II DPRD Provinsi Papua Pegunungan, Terius Yigibalom, mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk mewaspadai dampak ketidakpastian ekonomi yang tengah terjadi, baik akibat keterbatasan anggaran maupun gejolak ekonomi global hingga melemahnya rupiah mencapai 17,970/dolar AS perhari ini.

Menurut Terius, kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah telah memengaruhi berbagai sektor pembangunan dan pelayanan publik di daerah. Kondisi tersebut semakin diperberat dengan meningkatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat yang berpotensi memicu kenaikan harga barang dan kebutuhan pokok.

“Ketika nilai dolar terus naik, dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Harga barang akan semakin mahal dan daya beli masyarakat akan menurun,” ujarnya Ketua Partai PKS Papua Pegunungan itu di raung kerjaya, Selasa (02/06/2026).

Ia menilai pemerintah daerah perlu segera mengambil langkah antisipatif melalui koordinasi yang lebih intensif antara pemerintah provinsi dan delapan pemerintah kabupaten di Papua Pegunungan.

Menurutnya, salah satu langkah yang paling efektif untuk menghadapi kemungkinan memburuknya kondisi ekonomi adalah memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Karena itu, Terius mengajak masyarakat untuk kembali mengembangkan sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan sebagai sumber utama pemenuhan kebutuhan hidup.

“Hanya dengan bertani, berkebun, dan beternak kita bisa menjaga ketahanan pangan. Jika harga barang naik, paling tidak kebutuhan makan dan minum masyarakat tetap aman,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan kampung dan lahan pertanian yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarga.

Menurutnya, aktivitas produktif di sektor pertanian harus kembali menjadi prioritas dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

Di sisi lain, Terius meminta pemerintah untuk lebih terbuka dalam menyampaikan kondisi ekonomi yang sedang dihadapi daerah. Sosialisasi kepada masyarakat dinilai penting agar warga memahami situasi yang ada dan dapat mengambil langkah-langkah antisipasi sejak dini.

“Kita tidak bisa menutupi fakta yang terjadi. Pemerintah harus terbuka kepada masyarakat sehingga semua pihak bisa bersama-sama menghadapi tantangan ekonomi yang ada,” tegasnya.

Ia berharap melalui penguatan ketahanan pangan dan kerja sama seluruh pihak, masyarakat Papua Pegunungan dapat lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini.

Sementara itu, Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di kisaran Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, nilai rupiah sempat menyentuh level pelemahan Rp17.888 dan bahkan mencapai rekor terlemah di angka Rp17.970 per dolar AS (*).