Beranda PAPUA PEGUNUNGAN Aula Tuyana Resmi Diresmikan, Jadi Simbol Kebersamaan dan Pelayanan di Deiyai

Aula Tuyana Resmi Diresmikan, Jadi Simbol Kebersamaan dan Pelayanan di Deiyai

213
0
Pemerintah Kabupaten Deiyai resmi meresmikan Aula Serbaguna Tuyana melalui ibadah syukuran Oikoumene yang berlangsung penuh sukacita dan kebersamaan di Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah, Selasa (26/5/2026).

Deiyai,tiiruu.com – Pemerintah Kabupaten Deiyai resmi meresmikan Aula Serbaguna Tuyana melalui ibadah syukuran Oikoumene yang berlangsung penuh sukacita dan kebersamaan di Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah, Selasa (26/5/2026).

Peresmian aula yang menjadi ikon baru Kabupaten Deiyai itu dihadiri langsung Bupati Deiyai Melkianus Mote, ST, Dandim 1703 Deiyai, Wakil Ketua DPRD Deiyai, para asisten Setda, pimpinan OPD, ASN, tokoh agama, serta masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi pemotongan pita oleh Bupati Deiyai sebagai tanda resmi dibukanya Aula Serbaguna Tuyana. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan ibadah syukur Oikoumene sebagai ungkapan syukur atas selesainya pembangunan gedung tersebut.

Firman Tuhan dalam ibadah disampaikan oleh Pdt. Marinus Edowai dengan dasar bacaan Yohanes 9:4 yang mengangkat tema “Bekerja Pada Waktu Hari Masih Siang”.

Dalam sambutannya, Bupati Deiyai Melkianus Mote menegaskan bahwa pembangunan Aula Tuyana merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan fasilitas publik yang representatif bagi masyarakat.

Menurutnya, aula tersebut bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simbol persatuan dan pelayanan bagi seluruh masyarakat Deiyai.

“Gedung ini bukan hanya bangunan fisik, tetapi simbol kebersamaan, pelayanan, dan persatuan masyarakat Deiyai. Aula ini harus dijaga bersama dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” ujar Melkianus Mote.

Usai memberikan sambutan, Bupati Deiyai melanjutkan dengan penandatanganan prasasti peresmian Aula Tuyana tepat pukul 12.00 WIT.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pemimpin terdahulu yang telah berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Deiyai, yakni Blasius Pakage, Dance Takimai, Aten Edowai, Elimelek Edowai, hingga dirinya sendiri sebagai bagian dari keberlanjutan pembangunan daerah.

Bupati menjelaskan, nama “Tuyana” memiliki nilai historis dan kultural yang berasal dari wilayah serta marga Mote sebagai pemilik hak ulayat tempat berdirinya aula tersebut.

“Nama ini dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah, adat, dan identitas lokal masyarakat Deiyai,” katanya.

Selain difungsikan untuk kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan, Aula Tuyana juga akan digunakan sebagai tempat ibadah rutin ASN Pemerintah Kabupaten Deiyai setiap tanggal 26 setiap bulan.

Pemerintah daerah juga membuka kesempatan bagi OPD maupun masyarakat untuk menggunakan aula tersebut melalui mekanisme pemakaian atau penyewaan resmi yang akan diatur pemerintah daerah.

Untuk menjaga fasilitas tersebut, Pemerintah Kabupaten Deiyai berencana menugaskan sekitar 25 tenaga honorer guna menjaga kebersihan, keamanan, dan perawatan Aula Tuyana beserta lingkungan sekitarnya.

Bupati berharap seluruh masyarakat dapat bersama-sama menjaga aula tersebut sebagai aset bersama demi kepentingan generasi mendatang.

Kegiatan peresmian Aula Tuyana sendiri dikoordinasikan oleh Bidang Aset dan Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Deiyai dan berlangsung aman, tertib, serta penuh semangat persatuan. (*).