Deiyai, tiiruu.com – Keluarga besar Edowai dari sejumlah kampung di Distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai, menyampaikan pernyataan sikap bersama terkait meninggalnya Brigadir Juventus Edowai di Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah.
Pernyataan itu disampaikan Keluarga Korban Zeth Edowai usai musyawarah keluarga pada 2 April 2026 di Kampung Tenedagi.
Dalam pernyataan tertulis yang diterima tiiruu.com pada Senin (6/4/2026), keluarga menyebut hingga kini belum ada kejelasan resmi dari pihak kepolisian mengenai status kematian almarhum, apakah terjadi saat menjalankan tugas (dalam dinas) atau di luar tugas (lepas dinas).
“Kami belum mendapatkan penjelasan yang pasti terkait status kematian almarhum, apakah dalam dinas atau di luar dinas,” demikian salah satu poin dalam pernyataan tersebut.
Selain itu, Edowai juga menyoroti belum adanya penjelasan awal terkait tempat kejadian perkara (TKP) dari pihak kepolisian. Mereka menyebut informasi mengenai kronologi kejadian di Kampung Kimupugi, tepatnya di depan Gereja Kingmi, masih belum jelas.
“Kami juga belum mendapatkan penjelasan olah TKP awal yang jelas dari pihak kepolisian kepada keluarga korban,” tulis keluarga dalam pernyataan itu.
Keluarga besar Edowai juga menyatakan hingga kini belum ada saksi mata yang memberikan keterangan jelas, baik dari pihak kepolisian maupun masyarakat di sekitar lokasi kejadian.
Dalam hasil musyawarah tersebut, keluarga yang berasal dari wilayah Butuma, Bomou, Kokobaya, Denemani, Mapiha, Apikopa-Yamekopa, dan sekitarnya, menegaskan komitmen untuk tidak menggunakan mekanisme adat seperti kego atau tunibai yang berpotensi merugikan pihak lain.
“Kami tidak akan melepaskan adat dalam bentuk apa pun yang dapat merugikan orang lain,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Namun demikian, keluarga juga menyampaikan bahwa apabila di kemudian hari terjadi persoalan yang berkaitan dengan kematian Brigadir Juventus Edowai, maka pihak keluarga tidak akan bertanggung jawab.
Pernyataan sikap ini ditandatangani oleh perwakilan keluarga korban, kepala suku, tokoh agama, tokoh perempuan, dan tokoh intelektual, di antaranya Zet Edowai, Oktopianus Badii, Yowel Edowai, Neli Edowai, dan Sprianus Edowai.
Edowai menyatakan kekecewaan keluarga terhadap lambannya penjelasan resmi dari aparat penegak hukum terkait kematian anggota kepolisian tersebut.
“Keluarga berharap pihak berwenang segera memberikan klarifikasi yang transparan dan menyeluruh agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi maupun status kematian Brigadir Juventus Edowai. Meskipun polisi tengah melakukan olah TKP di sejumlah lokasi.









































