Beranda PAPUA PEGUNUNGAN Menumbuhkan Kemandirian Ekonomi dari Wamena, Pelatihan UMKM Papua Pegunungan Jadi Ruang Bangkitnya...

Menumbuhkan Kemandirian Ekonomi dari Wamena, Pelatihan UMKM Papua Pegunungan Jadi Ruang Bangkitnya Pelaku Usaha Lokal

119
0
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Pegunungan, Alpius Yigibalom, SH., M.Si, saat berfoto bersama pelaku UMKM di Wamena, Rabu, (15/07/2026).

WAMENA,tiiruu.com – Di tengah tantangan ekonomi daerah, semangat membangun kemandirian terus digerakkan dari tingkat masyarakat. Melalui pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Pegunungan mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar semakin percaya diri, kreatif, serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Kegiatan pelatihan peningkatan pemahaman, pengetahuan, kapasitas, kompetensi SDM UMKM dan kewirausahaan tersebut berlangsung di Wamena, Rabu (15/7/2026). Puluhan pelaku usaha lokal mengikuti kegiatan ini dengan antusias, menjadikan ruang pelatihan sebagai tempat bertukar pengalaman, gagasan, dan mencari solusi bersama dalam mengembangkan usaha.

Mengusung semangat membangun UMKM yang mandiri dan berkelanjutan, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yakni Samuel Pigai yang membawakan materi “Membangun UMKM yang Mandiri, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan” serta Piter Suburi dengan materi “Pentingnya Peran Logo dalam Membangun Branding UMKM.”

Tidak hanya mendengar materi, para peserta juga aktif berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha di Papua Pegunungan. Dari diskusi tersebut lahir 13 poin rekomendasi yang dirangkum sebagai masukan program kepada pemerintah daerah untuk memperkuat dukungan terhadap pertumbuhan UMKM lokal.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Pegunungan, Alpius Yigibalom, SH., M.Si, mengatakan pemerintah ingin menghadirkan ruang yang lebih terbuka bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan pelaku usaha, untuk mengembangkan potensi mereka.

“Ini merupakan pelatihan yang ketiga. Kami ingin membuka ruang diskusi seluas-luasnya agar anak-anak muda dan pelaku usaha bisa menata diri dengan kreativitas mereka sendiri. Pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan Bapak John Tabo dan Bapak Ones Pahabol memiliki kewajiban menerjemahkan kebijakan dalam langkah nyata untuk memberdayakan UMKM,” ujar Alpius.

Menurutnya, penguatan UMKM tidak hanya sebatas pelatihan, tetapi harus diikuti dengan program yang mampu menghubungkan potensi masyarakat dengan kebutuhan pasar. Salah satu upaya yang sedang didorong adalah pembentukan Koperasi KP3 yang akan menjadi wadah pengelolaan berbagai potensi unggulan daerah seperti kopi, sayur, bawang, rica, dan tomat.

“Kami terus mendorong para petani agar kembali aktif menanam. Jika produksi lokal meningkat, harga bisa lebih terkendali, inflasi dapat ditekan, dan ekonomi masyarakat bisa tumbuh. Pemerintah tidak tinggal diam, kami terus memfasilitasi agar SDM UMKM semakin kuat dan mandiri,” jelasnya.

Sementara itu, narasumber Samuel Pigai berharap seluruh hasil diskusi dalam pelatihan tidak berhenti sebagai catatan, tetapi dapat diterapkan secara nyata oleh para pelaku usaha.

“Dalam pembahasan hari ini ada 13 poin masukan untuk pemerintah daerah. Harapan kami, semua hasil diskusi ini bisa dijalankan secara bertahap sehingga memberikan dampak langsung bagi perkembangan UMKM,” katanya.

Ketua Panitia kegiatan, Merry Hahare, menjelaskan pelatihan tersebut bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) dan diperuntukkan bagi penguatan UMKM Orang Asli Papua (OAP).

“Mulai dari narasumber hingga peserta, kegiatan ini diarahkan untuk mendukung UMKM OAP agar semakin maju dan memiliki daya saing,” tegasnya.

Melalui pelatihan ini, pemerintah berharap lahir pelaku-pelaku usaha baru yang tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang menjadi penggerak ekonomi daerah. Dari Wamena, semangat membangun ekonomi Papua Pegunungan terus ditumbuhkan melalui kreativitas, kerja keras, dan kemandirian masyarakat. (*).