Beranda POLHUKAM Senator Eka Kristina Murib Yeimo Ajak Warga Papua Dukung Tim Pansus Kemanusiaan...

Senator Eka Kristina Murib Yeimo Ajak Warga Papua Dukung Tim Pansus Kemanusiaan DPD RI Melalui Doa dan Kerja

106
0

NABIRE, Tiiruu.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Papua Tengah, Eka Kristina Murib Yeimo, mengajak seluruh masyarakat Papua, baik Orang Asli Papua (OAP) maupun non-OAP, untuk bersama-sama memberikan dukungan moral dan spiritual kepada Tim Panitia Khusus (Pansus) Kemanusiaan Papua DPD RI yang sedang menjalankan tugasnya.

 

Menurut Eka, keberhasilan tim dalam menjalankan mandat kemanusiaan tidak hanya bergantung pada kerja para anggota pansus, tetapi juga memerlukan dukungan doa dari seluruh masyarakat Papua agar setiap langkah yang dilakukan membawa manfaat bagi penyelesaian berbagai persoalan kemanusiaan di Tanah Papua.

 

“Kami mengajak seluruh masyarakat Papua, baik OAP maupun non-OAP, untuk bersama-sama mendoakan Tim Pansus Kemanusiaan Papua DPD RI agar dapat bekerja secara maksimal dalam waktu yang relatif singkat ini,” kata Eka dalam pernyataan tertulis yang diterima tiiruu.com, Sabtu (18/7/2026).

 

Eka mengatakan masyarakat tidak perlu bersikap pesimistis terhadap upaya yang sedang dilakukan oleh Tim Pansus. Ia mengajak semua pihak tetap memelihara optimisme karena setiap proses membutuhkan waktu dan dukungan bersama.

 

“Jangan pesimis, tetapi tetap optimistis. Setelah hujan selalu ada pelangi,” ujarnya.

 

Menurut Senator asal Papua Tengah itu, doa merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari setiap ikhtiar yang dilakukan manusia. Ia menilai pekerjaan dan doa harus berjalan beriringan agar menghasilkan dampak yang nyata bagi masyarakat.

 

Ia mengibaratkan kerja dan doa sebagai dua kaki yang saling melengkapi. Tanpa salah satunya, seseorang tidak akan mampu berjalan jauh.

 

“Kita tidak bisa berjalan jauh hanya dengan satu kaki. Kerja adalah langkah kaki kanan, doa adalah langkah kaki kiri,” tutur Eka.

 

Lebih lanjut, Eka menjelaskan bahwa usaha tanpa doa berpotensi menemui jalan buntu, sedangkan doa tanpa usaha hanya akan membuat seseorang tetap berada di tempat. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghidupi semangat Ora et Labora atau “berdoa dan bekerja” dalam mendukung upaya-upaya kemanusiaan di Papua.

 

“Usaha tanpa doa akan menemui jalan buntu, sedangkan doa tanpa usaha membuat kita tetap diam di tempat. Dampak terbesar tercipta saat keahlian manusia bertemu dengan restu semesta,” katanya.

 

Secara tidak langsung, Eka menegaskan bahwa penyelesaian persoalan kemanusiaan di Papua memerlukan kolaborasi seluruh pihak, bukan hanya pemerintah atau lembaga negara, tetapi juga dukungan masyarakat melalui doa, kepedulian, dan partisipasi aktif.

 

Ia berharap Tim Pansus Kemanusiaan Papua DPD RI dapat menjalankan tugasnya secara optimal dan menghasilkan rekomendasi yang benar-benar memberikan dampak bagi terwujudnya perdamaian, perlindungan hak-hak masyarakat, serta penyelesaian berbagai persoalan kemanusiaan di Papua.

 

“Mari bersama menghidupi Ora et Labora,” ujar Eka.