
Deiyai, Tiiruu.com – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Deiyai mulai menyalurkan 515 bibit babi pada tahap pertama kepada masyarakat sebagai bagian dari Program Ketahanan Pangan yang dibiayai melalui Dana Otonomi Khusus (Otsus). Penyerahan bantuan berlangsung di halaman Kantor Polres Deiyai, Selasa (21/7/2026).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Deiyai, Mando Mote, mengatakan program tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan ketahanan pangan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat melalui pengembangan peternakan babi.
Menurutnya, secara keseluruhan pemerintah telah mengadakan 1.250 ekor bibit babi yang saat ini telah tersedia di Nabire dan akan disalurkan secara bertahap kepada masyarakat sesuai dengan data penerima yang telah diverifikasi.
“Bibit babi yang kami bagikan ini bersumber dari Dana Otsus. Total pengadaan sebanyak 1.250 ekor dan semuanya sudah siap di Nabire. Hari ini kami mulai menyalurkan tahap pertama sebanyak 515 ekor,” kata Mando Mote kepada Tiiruu.com, Selasa (21/7/2026).
Mando menjelaskan, penyaluran bantuan tidak dilakukan sekaligus, melainkan dibagi dalam beberapa tahap agar proses distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran.
Ia mengatakan, pada tahap pertama penerima berasal dari kelompok masyarakat umum yang telah dibentuk dalam kelompok-kelompok penerima bantuan.
“Kami sengaja membentuk ketua kelompok supaya pembagian lebih teratur. Ketua kelompok sudah mengetahui siapa saja penerima di kampung masing-masing sehingga penyalurannya lebih mudah diawasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mando menjelaskan bahwa pada tahap berikutnya mekanisme penyaluran akan berbeda. Bantuan hanya diberikan kepada masyarakat yang telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan teknis.
Menurut dia, penerima wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), serta dokumentasi kandang yang telah diverifikasi oleh tim Dinas Ketahanan Pangan.
“Tahap kedua dilakukan secara tertutup sesuai nama-nama yang sudah kami data. Mereka harus memiliki KTP, KK, dan foto kandang. Jadi masyarakat yang menerima bantuan memang sudah memenuhi persyaratan tersebut,” jelasnya.
Ia menambahkan, penyaluran tahap kedua nantinya akan dilakukan langsung ke lokasi kandang milik penerima, terutama bagi peternak yang telah memiliki kandang dengan kapasitas lebih besar.
“Misalnya ada yang memiliki kandang 15 sampai 20 petak, maka kami akan mengantar langsung bibit babi ke kandang tersebut. Semua lokasi kandang sudah kami data sehingga mekanisme pembagiannya berbeda dengan tahap pertama,” katanya.
Mando menegaskan bahwa seluruh proses penyaluran dilakukan berdasarkan data yang telah diverifikasi untuk memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang siap memelihara ternak.
“Tahap pertama kami salurkan 515 ekor. Selanjutnya akan dilanjutkan tahap kedua dan tahap ketiga sesuai data yang sudah ada. Semua penerima telah kami verifikasi sehingga bantuan ini benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Program bantuan bibit babi ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Deiyai dalam mendukung ketahanan pangan berbasis potensi lokal. Selain meningkatkan populasi ternak babi di masyarakat, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan keluarga, memperkuat ekonomi kampung, dan mendorong kemandirian pangan di Kabupaten Deiyai.
Reporter : Andreas M. Yeimo
Editor : Tiiruu Online









































