Beranda POLHUKAM Bupati Deiyai Tinjau Jalan Kokobaya–Kapiraya, Warga Soroti Persoalan Pembayaran dengan Kontraktor

Bupati Deiyai Tinjau Jalan Kokobaya–Kapiraya, Warga Soroti Persoalan Pembayaran dengan Kontraktor

302
0

Deiyai, tiiruu.com — Bupati Deiyai, Melkianus Mote, meninjau langsung pembangunan ruas jalan Kokobaya menuju Kapiraya di Distrik Tigi Timur, Sabtu (11/4/2026). Ruas jalan tersebut oleh masyarakat setempat dikenal sebagai salah satu akses penting, bahkan disebut sebagai “jalan masuk Injil” karena nilai historis dan sosialnya.

 

Kunjungan itu dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan pemerintah setempat, di antaranya tokoh intelektual Natalis Edowai dan Yuneas Edowai, Kepala Distrik Tigi Timur Yulianus Doo, Kepala Desa Kokobaya, Kepala Suku Kokobaya, serta warga setempat.

 

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Melkianus Mote menyatakan ingin mendengar langsung aspirasi masyarakat terkait pembangunan jalan yang dinilai strategis untuk membuka keterisolasian wilayah.

 

Menurut dia, pemerintah daerah berkepentingan memastikan pembangunan infrastruktur berjalan dengan baik karena berdampak langsung pada aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan sosial masyarakat.

 

Di sisi lain, masyarakat menyampaikan dukungan terhadap pembangunan jalan tersebut, meskipun masih terdapat sejumlah kendala di lapangan. Tokoh masyarakat Natalis Edowai dan Yuneas Edowai menilai kehadiran jalan tersebut sangat penting untuk membuka akses wilayah dan mempercepat kemajuan daerah.

 

Mereka mengatakan pembangunan jalan Kokobaya–Kapiraya bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

 

Namun demikian, Kepala Suku Kokobaya mengungkapkan adanya persoalan terkait pembayaran yang dikenal masyarakat sebagai “uang doa” yang hingga kini belum menemukan titik temu antara warga dan pihak kontraktor.

 

Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak pernah melakukan pemalangan terhadap proyek tersebut, melainkan hanya menginginkan adanya penyelesaian yang adil dan bijaksana.

 

“Kami masyarakat tidak pernah melakukan pemalangan. Kami hanya berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik demi kelancaran pembangunan jalan,” kata Kepala Suku Kokobaya.

 

Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa masyarakat tetap berkomitmen mendukung pembangunan, selama persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui dialog.

 

Warga juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Deiyai yang turun langsung ke lapangan untuk mendengar aspirasi masyarakat. Mereka berharap pemerintah daerah dapat memfasilitasi komunikasi antara masyarakat dan pihak kontraktor agar tidak menimbulkan hambatan di kemudian hari.

 

Menanggapi hal itu, Bupati Melkianus Mote menyatakan akan mencari solusi terbaik melalui pendekatan dialogis dengan semua pihak yang terlibat.

 

Ia mengatakan pemerintah daerah akan berupaya memediasi persoalan yang ada agar pembangunan jalan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Menurutnya, keberlanjutan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut sangat penting untuk membuka isolasi daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik.