Waghete, tiiruu.com— Musyawarah Besar (MUBES) ke-II Ikatan Keluarga Besar (IKB) Wamuyaabadii resmi digelar di Balai Gereja Katolik Waghete II, Kabupaten Deiyai, Sabtu (11/4/2026). Forum tertinggi organisasi ini menetapkan Mikael Mote sebagai Ketua Umum periode berikutnya melalui mekanisme pemilihan delegasi.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Deiyai, Harry Gustrianto Sitorus. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi panitia dan pengurus yang telah menyelenggarakan MUBES sebagai ruang konsolidasi organisasi.
“Musyawarah besar ini adalah forum penting untuk menentukan arah kepemimpinan dan program kerja organisasi ke depan. Karena itu, pemilihan pemimpin harus didasarkan pada komitmen, integritas, dan kemampuan membawa organisasi menjadi lebih maju,” ujar Sitorus.
Ia juga menekankan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan seperti IKB Wamuyaabadii sebagai mitra pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas sosial.
Menurutnya, IKB Wamuyaabadii diharapkan terus berkontribusi dalam menciptakan situasi daerah yang aman dan tertib, serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat.
“Organisasi ini harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas daerah demi terwujudnya Deiyai yang damai dan harmonis,” katanya.
MUBES II ini diikuti oleh perwakilan dari 11 kampung yang tergabung dalam IKB Wamuyaabadii, yang terdiri dari sejumlah kelompok keluarga seperti Wakeitei, Mugouda, Yaba, Atouda, Bagou, Dita, Idege, dan Ikiyauwo. Proses pemilihan dilakukan secara delegasi dengan melibatkan utusan dari masing-masing kampung.
Sidang pleno pemilihan dipimpin oleh Tino Mote. Ia memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai tata tertib organisasi dan menjunjung tinggi nilai demokrasi serta kekeluargaan.
“Kami memastikan seluruh proses berjalan secara transparan, demokratis, dan tetap menjaga nilai-nilai kekeluargaan yang menjadi dasar organisasi ini,” ujar Tino.
Berdasarkan hasil perhitungan suara, Mikael Mote yang berasal dari Waghete II memperoleh suara terbanyak dan secara resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum IKB Wamuyaabadii.
Dalam pernyataannya usai terpilih, Mikael Mote menyampaikan komitmennya untuk merangkul seluruh elemen dalam organisasi serta memperkuat solidaritas internal.
“Saya mengajak seluruh keluarga besar Wamuyaabadii untuk bersatu, bergandengan tangan, dan bersama-sama membangun organisasi ini agar lebih solid dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan akan melanjutkan program-program prioritas serta mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam organisasi.
Dengan berakhirnya MUBES II ini, diharapkan kepengurusan baru mampu memperkuat persatuan dan membawa Ikatan Keluarga Besar Wamuyaabadii menjadi organisasi yang lebih maju serta berkontribusi nyata bagi pembangunan sosial di Kabupaten Deiyai.








































