Beranda PAPUA PEGUNUNGAN Festival UMKM Papua Pegunungan 2026: Dari Noken hingga Kopi Arabika, Produk Lokal...

Festival UMKM Papua Pegunungan 2026: Dari Noken hingga Kopi Arabika, Produk Lokal Didorong Go Nasional

98
0
Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Pegunungan, Damianus Wasuok Siep, di dampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Papua Pegunungan, Dr. Suryani Yigibalom, SE., M.Si, dan pimpinan OPD saat memantau Festival UMKM 2026 Menuju Kolaborasi dan Inovasi UMKM untuk Masyarakat Sejahtera di Kantor Gubernur Provinsi Papua Pegunungan, Kamis, (09/07/2026) lalu.

Suasana berbeda terlihat di halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua Pegunungan, Jalan Yos Sudarso Wamena. puluhan stan berdiri menampilkan beragam produk kreatif masyarakat lokal. Aroma kopi Arabika khas pegunungan, warna-warni noken, kerajinan tangan, hingga aneka kuliner khas daerah menjadi daya tarik utama dalam Festival UMKM 2026 Menuju Kolaborasi dan Inovasi UMKM untuk Masyarakat Sejahtera.

Festival yang berlangsung selama dua hari, 9–10 Juli 2026, menjadi panggung bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada masyarakat luas.

Mengusung tema “Kolaborasi dan Inovasi UMKM untuk Masyarakat Sejahtera”, kegiatan yang digelar oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Papua Pegunungan ini menghadirkan sebanyak 84 peserta UMKM dengan berbagai jenis usaha, mulai dari rajutan noken, aksesoris dan souvenir khas daerah, kopi Arabika Pegunungan, produk olahan pangan lokal, hingga produk kreatif lainnya.

Tidak hanya menjadi ajang pameran, festival ini juga menghadirkan lebih dari 18 stan UMKM yang menampilkan produk unggulan dari delapan kabupaten di Papua Pegunungan. Kreativitas generasi muda turut ditampilkan melalui parade fashion produk lokal yang diperagakan oleh siswa-siswi duta pariwisata Papua Pegunungan.

Festival UMKM 2026 secara resmi dibuka oleh Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Pegunungan, Damianus Wasuok Siep, yang mewakili Gubernur Provinsi Papua Pegunungan. Pembukaan kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD, ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, para pelaku UMKM, serta masyarakat.

Dalam sambutan Gubernur Papua Pegunungan yang dibacakan oleh Plt Sekda Damianus Wasuok Siep, pemerintah daerah menegaskan bahwa Festival UMKM 2026 bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui kolaborasi, inovasi, dan pengembangan produk lokal.

“Festival UMKM ini menjadi wadah kolaborasi dan inovasi untuk mendorong peningkatan kualitas produk UMKM berbasis kreativitas dan budaya lokal masyarakat Papua Pegunungan,” demikian sambutan Gubernur yang dibacakan Plt Sekda Damianus Wasuok Siep.

Menurut Gubernur, UMKM merupakan salah satu kekuatan utama dalam menggerakkan perekonomian daerah. Di balik setiap usaha kecil yang tumbuh, terdapat keluarga yang menggantungkan kehidupan, lapangan kerja yang tercipta, serta potensi ekonomi masyarakat yang harus terus dikembangkan.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong agar pelaku UMKM terus meningkatkan kualitas produk, memperbaiki kemasan, menjaga mutu, memanfaatkan teknologi digital, serta membangun jaringan usaha yang lebih luas agar produk Papua Pegunungan mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

“Kemajuan UMKM tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan semangat, kreativitas, inovasi dan kerja keras dari para pelaku usaha sendiri agar produk Papua Pegunungan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ungkapnya.

Bangga Produk Lokal, Gerakkan Ekonomi Rakyat

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat Papua Pegunungan untuk mencintai dan menggunakan produk lokal melalui gerakan Bangga Buatan Papua Pegunungan.

Menurutnya, membeli produk lokal bukan hanya sekadar transaksi ekonomi, tetapi merupakan bentuk dukungan terhadap peningkatan pendapatan keluarga, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

“Kalau bukan kita yang membeli dan menggunakan produk daerah kita sendiri, siapa lagi. Mari jadikan produk Papua Pegunungan sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Gubernur.

Selain memperkuat ekonomi masyarakat, Festival UMKM ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menekan angka inflasi melalui pengembangan sektor ekonomi kreatif dan peningkatan aktivitas usaha masyarakat.

Gubernur meminta seluruh OPD terkait, khususnya DPMPTSP, Dinas Koperasi, Dinas Pariwisata dan sektor lainnya, agar terus memperluas ruang promosi UMKM melalui kegiatan serupa secara berkelanjutan.

“Kegiatan seperti ini jangan berhenti sebagai kegiatan seremonial. Bila perlu dilaksanakan secara rutin agar produk UMKM semakin dikenal dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Bagian dari Visi Papua Pegunungan Bersinar

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Papua Pegunungan, Dr. Suryani Yigibalom, SE., M.Si, dalam laporannya menyampaikan bahwa Festival UMKM 2026 merupakan implementasi dari visi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan periode 2025–2029, yaitu mewujudkan Provinsi Papua Pegunungan BERSINAR (Berdaya Saing, Religius, Sinergis, Inovatif, Nyaman, Aman dan Raharja).

Menurutnya, konsep BERSINAR mencerminkan tekad pemerintah daerah dalam membangun Papua Pegunungan yang unggul melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan potensi sumber daya alam, serta penguatan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Konsep ini menggambarkan tekad bersama untuk menjadikan Papua Pegunungan sebagai daerah yang berdaya saing, dengan masyarakat yang sejahtera melalui pembangunan yang melibatkan adat, gereja dan pemerintah sebagai tiga tungku utama,” jelas Suryani.

Ia menjelaskan, terdapat dua misi besar pemerintah daerah yang berkaitan langsung dengan tugas DPMPTSP, yakni peningkatan kualitas pelayanan publik serta tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel.
Melalui pelayanan terpadu satu pintu, kemudahan perizinan berusaha melalui OSS-RBA, serta peningkatan investasi daerah, DPMPTSP berupaya menciptakan iklim usaha yang semakin baik bagi masyarakat dan investor.

Langkah Awal Menuju UMKM Mandiri dan Berdaya Saing

Festival UMKM 2026 menjadi kegiatan perdana yang dilaksanakan pada masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan. Momentum ini menjadi langkah penting dalam memperkuat pembangunan ekonomi daerah menuju pertumbuhan yang lebih maju dan berdaya saing.

DPMPTSP berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai ajang promosi produk, tetapi menjadi pintu masuk bagi terbentuknya kerja sama baru antara pemerintah, pelaku usaha, investor dan masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Festival UMKM Papua Pegunungan 2026 menghadirkan pesan bahwa produk lokal memiliki potensi besar untuk berkembang.

Dari tangan para perajin noken, petani kopi Arabika, pelaku kuliner, hingga generasi muda kreatif, Papua Pegunungan menunjukkan bahwa kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat dapat menjadi kekuatan ekonomi baru menuju masyarakat yang mandiri dan sejahtera. (*).