Dogiyai, tiiruu.com — Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Dogiyai melaksanakan pelantikan pengurus sektor sekaligus pergantian nama sektor dari sebelumnya “Sebipaya” menjadi “Puga Yamo”, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 WIT tersebut dipimpin langsung Ketua KNPB Wilayah Dogiyai, Ernesto A. Madai. Dalam prosesi itu, Anjery Kotouki resmi dilantik sebagai Ketua KNPB Sektor Puga Yamo bersama jajaran pengurus sektor.
Dalam sambutannya, Ketua KNPB Wilayah Dogiyai Ernesto A. Madai menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesiapan menghadapi berbagai situasi organisasi ke depan.
“Saya mengajak seluruh anggota untuk tetap solid dan menjaga kebersamaan dalam menjalankan peran organisasi di tengah masyarakat,”katanya.
Madai berpesan kepada anggotanhya untuk jaga diri baik tak hanya untuk pengurus KNPB tetapi juga rakyat papua yang berada di dogiyai
“Jaga diri baik-baik dan buka ruang untuk menjaga persatuan, baik kepada rakyat maupun anggota KNPB yang sudah tergabung,” ujar Ernesto Madai dalam sambutannya.
Secara tidak langsung, Madai juga menegaskan bahwa organisasi harus mempersiapkan diri secara matang dalam menghadapi dinamika perjuangan dan berbagai kemungkinan situasi yang akan datang.
“Sebagai pejuang dan media rakyat bangsa papua kami selalu siap untuk memediasi aspirasi rakyat bangsa papua untuk penentuan nasib sendiri,” katanya.
Sementara itu, Ketua KNPB Sektor Puga Yamo yang baru dilantik, Anjery Kotouki, menyatakan komitmennya untuk memperkuat persatuan anggota dan masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam organisasi telah berlangsung sejak usia muda dan menjadi dasar komitmennya dalam menjalankan tanggung jawab kepemimpinan.
“Saya siap menyatukan rakyat dan menjaga persatuan dalam setiap proses perjuangan,” kata Anjery Kotouki.
Secara tidak langsung, Kotouki menegaskan tekadnya untuk menjalankan amanah kepemimpinan sektor dengan penuh tanggung jawab serta menjaga soliditas organisasi di wilayah Puga Yamo.
Rangkaian kegiatan pelantikan dan pergantian nama sektor secara resmi ditutup pada pukul 11.30 WIT dengan doa yang dipimpin oleh Evangelis Apisen Goo. Kegiatan berlangsung tertib hingga selesai.










































