Beranda PAPUA PEGUNUNGAN Tragedi di Tengah Duka: Warga Tolikara Tewas Ditembak, Keluarga Tuntut Keadilan

Tragedi di Tengah Duka: Warga Tolikara Tewas Ditembak, Keluarga Tuntut Keadilan

1176
0
Korban warga sipil yang meingal dunia saat dikunjungi di Rumah Sakit usai kejadian penembakan di Kampung Marini, Distrik Bokondini, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan, pada Selasa (14/4/2026).

WAMENA,tiiruu.com – Duka yang belum usai di Kampung Marini, Distrik Bokondini, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, justru berubah menjadi tragedi berdarah.

Seorang warga sipil, Elki Wunungga, tewas akibat penembakan pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 13.20 WIT.

Peristiwa ini terjadi saat keluarga korban tengah berada dalam suasana berkabung. Situasi yang awalnya hanya diwarnai konflik internal keluarga, perlahan memanas hingga memicu ketegangan di lokasi.

Theo Hesegem, Pembela HAM Papua yang juga Direktur Eksekutif YKKMP, menjelaskan bahwa aparat dari Polsek Bokondini sempat datang ke tempat kejadian. Namun, kehadiran aparat justru berujung pada insiden penembakan yang merenggut nyawa korban.

“Ini bermula dari konflik keluarga dalam suasana duka, tetapi kemudian berakhir tragis dengan penembakan,” ungkap Theo di Wamena, Rabu, (15/04/2026).

Pasca kejadian, situasi di Kampung Marini sempat tidak terkendali. Warga dan aparat terlibat aksi saling dorong, bahkan diwarnai lemparan batu serta penggunaan alat tradisional seperti panah dan tombak.

Keluarga korban kini menuntut kejelasan dan keadilan. Mereka mendesak agar proses hukum dilakukan secara terbuka, termasuk pelaksanaan visum dan otopsi guna memastikan penyebab kematian Elki Wunungga.

Pada Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIT, jenazah korban telah berada di RSUD Wamena dan sedang dalam proses pengawalan untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Di tengah situasi yang masih tegang, keluarga dan pendamping korban juga mengaku mendapat informasi mengenai pengerahan aparat dalam jumlah besar ke wilayah tersebut. Mereka berharap aparat dapat menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan.

“Kami hanya ingin keadilan, tanpa intimidasi atau kekerasan tambahan terhadap masyarakat,” tegas Theo.

Sementara itu, pihak keluarga menyebut warga saat ini mengamankan sebuah pistol yang diduga terkait dengan insiden penembakan. Mereka menegaskan bahwa langkah tersebut bukan untuk merampas, melainkan sebagai upaya menjaga barang bukti agar kebenaran peristiwa ini dapat terungkap.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi maupun dugaan keterlibatan aparat dalam kejadian tersebut. Situasi ini pun menyisakan tanda tanya besar di tengah masyarakat yang masih diselimuti duka dan harapan akan keadilan.(*).