Beranda ADVERTORIAL Panitia HUT RI Ke-81 Kabupaten Deiyai Gelar Technical Meeting Lomba Vokal Grup...

Panitia HUT RI Ke-81 Kabupaten Deiyai Gelar Technical Meeting Lomba Vokal Grup dan Musik Akustik

23
0

DEIYAI, Tiiruu.com – Panitia Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Kabupaten Deiyai menggelar technical meeting bagi peserta Lomba Vokal Grup dan Musik Akustik di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Deiyai, Rabu (22/7/2026). Pertemuan tersebut bertujuan menyamakan persepsi seluruh peserta mengenai tata tertib, mekanisme, dan ketentuan perlombaan sebelum pelaksanaan lomba.

 

Kegiatan dipimpin Ketua Panitia HUT RI Kabupaten Deiyai, Ruben Mote, didampingi Koordinator Seksi Lomba, Andreas Mote, serta dihadiri seluruh perwakilan grup peserta.

 

Dalam arahannya, Andreas Mote mengatakan lomba musik akustik tahun ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana pelestarian budaya daerah melalui karya seni musik.

 

“Konsep lomba tahun ini mengangkat pelestarian budaya daerah dengan memadukan musik tradisional Papua dan aransemen modern. Kami berharap peserta tetap mempertahankan karakter musik tradisional sebagai identitas utama dalam setiap penampilan,” ujar Andreas.

 

Ia menjelaskan, materi lomba meliputi komposisi musik atau aransemen lagu-lagu daerah Meepago, khususnya lagu-lagu Deiyai serta lagu daerah Papua lainnya yang dikemas secara kreatif tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya lokal.

 

Menurut Andreas, setiap grup wajib membawakan satu lagu wajib yang telah ditetapkan panitia dan satu lagu pilihan. Untuk lagu pilihan, peserta diberikan kebebasan menentukan lagu maupun aransemen, asalkan tetap menonjolkan nuansa musik akustik dan unsur budaya Papua.

 

“Panitia memberikan kebebasan dalam memilih lagu dan membuat aransemen. Namun, ciri khas musik akustik dan unsur budaya Papua harus tetap menjadi bagian utama dari penampilan,” katanya.

 

Pada sesi diskusi, sejumlah peserta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai penggunaan aransemen musik, ketentuan lagu pilihan, hingga kemungkinan seorang musisi bergabung dalam lebih dari satu grup.

 

Menanggapi hal tersebut, Andreas menegaskan bahwa setiap peserta hanya diperbolehkan menjadi anggota satu grup dan tidak dapat merangkap sebagai personel di kelompok lain.

 

“Satu orang hanya boleh tampil dalam satu grup. Ketentuan ini dibuat agar kompetisi berlangsung adil dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta,” tegasnya.

 

Panitia juga menetapkan jumlah personel dalam setiap grup berkisar antara lima hingga lima belas orang, dengan durasi penampilan selama lima hingga lima belas menit. Seluruh peserta diwajibkan mengenakan busana yang rapi, sopan, serta mencerminkan nilai-nilai budaya dan etika selama tampil di atas panggung.

 

Selain itu, panitia meminta seluruh grup menyerahkan naskah atau teks lagu pilihan sebelum hari pelaksanaan lomba untuk diverifikasi terlebih dahulu.

 

Andreas menambahkan bahwa peserta yang mengikuti lomba merupakan putra-putri asli Kabupaten Deiyai. Oleh karena itu, panitia tidak memperkenankan adanya personel dari luar daerah yang bergabung dalam grup peserta.

 

“Lomba ini kami prioritaskan bagi talenta lokal Kabupaten Deiyai. Tujuannya agar generasi muda di daerah ini memiliki ruang untuk mengembangkan kreativitas sekaligus melestarikan seni dan budaya Papua,” ujarnya.

 

Sementara itu, Ketua Panitia HUT RI ke-81 Kabupaten Deiyai, Ruben Mote, berharap seluruh peserta mematuhi seluruh ketentuan yang telah disepakati bersama sehingga pelaksanaan perlombaan berjalan lancar.

 

Menurutnya, technical meeting merupakan tahapan penting agar tidak terjadi kesalahpahaman saat perlombaan berlangsung.

 

“Kami berharap seluruh peserta mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, lomba dapat berlangsung tertib, sportif, dan menjadi bagian dari upaya melestarikan seni budaya Papua dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Deiyai,” kata Ruben.

 

Lomba Vokal Grup dan Musik Akustik menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Deiyai yang diharapkan tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah pembinaan, kreativitas, serta pelestarian seni budaya lokal bagi generasi muda.