Beranda PAPUA PEGUNUNGAN PGBP Papua Dorong Kemandirian Jemaat dan Pembinaan Generasi Muda Melalui Konferensi Wilayah...

PGBP Papua Dorong Kemandirian Jemaat dan Pembinaan Generasi Muda Melalui Konferensi Wilayah VIII

154
0
Konferensi Wilayah VIII Persekutuan Gereja-Gereja Baptis di Tanah Papua (PGBP)

WAMENA – Konferensi Wilayah VIII Persekutuan Gereja-Gereja Baptis di Tanah Papua (PGBP) menjadi momentum bagi gereja untuk memperkuat peran pelayanan, membangun kemandirian ekonomi jemaat, serta menyiapkan generasi muda Papua yang memiliki karakter dan integritas.

Ribuan jemaat menghadiri ibadah pembukaan konferensi yang berlangsung di Gereja Baptis Duta Injil Potikelek Wamena, Kamis (23/07/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus penyusunan arah pelayanan PGBP ke depan.

Ketua Badan Pengurus Pusat (BPP) PGBP, Pdt. Stevanus Wenda, S.Th., mengatakan gereja tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam pelayanan rohani, tetapi juga harus mengambil bagian dalam peningkatan kesejahteraan umat melalui penguatan ekonomi.

Ia menjelaskan, PGBP akan terus mendorong program pemberdayaan ekonomi jemaat agar gereja memiliki kemandirian dalam mendukung pelayanan dan penginjilan di berbagai daerah.

“Pelatihan ekonomi jemaat akan terus diperkuat. Gereja harus mampu membangun kemandirian sehingga pelayanan dapat berjalan lebih baik,” ujar Pdt. Stevanus.

Menurutnya, berbagai program yang telah berjalan akan terus dilanjutkan, sementara hal-hal yang masih menjadi kekurangan akan menjadi bahan evaluasi bersama dalam konferensi tersebut.

Selain aspek ekonomi, PGBP juga menaruh perhatian besar terhadap pembinaan generasi muda Papua. Menurut Pdt. Stevanus, gereja harus menjadi tempat pembentukan karakter sejak usia dini.

Ia mengatakan, pengembangan pendidikan anak melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan penguatan pelayanan sekolah minggu menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda Papua yang berintegritas.

“Kami ingin gereja-gereja dapat mengaktifkan kembali pelayanan sekolah minggu dan membuka PAUD. Generasi muda harus dipersiapkan dengan nilai-nilai iman dan karakter yang kuat,” katanya.

Pdt. Stevanus menegaskan, gereja juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir menjawab berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, seperti penyalahgunaan narkoba, minuman keras, dan berbagai masalah sosial lainnya.

“Gereja harus hadir memberikan solusi dan menyelamatkan generasi muda. Penginjilan tetap menjadi fokus utama pelayanan kami,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Konferensi Wilayah VIII PGBP Papua, Pdt. Kristian Tabuni, S.Th., M.Si., menyampaikan bahwa konferensi tersebut juga menjadi wadah untuk membahas dan menetapkan program kerja organisasi berdasarkan hasil Kongres dan Rapat Kerja PGBP Wilayah Tiom.

Ia menjelaskan, sebanyak 23 gereja anggota mengikuti proses pembahasan dan akan membawa hasil keputusan konferensi untuk disampaikan kembali kepada jemaat masing-masing.

“Dalam aturan PGBP, keputusan tertinggi berada pada jemaat. Karena itu hasil konferensi akan kembali dibawa ke jemaat untuk didukung dan dilaksanakan bersama,” jelasnya.

Konferensi Wilayah VIII PGBP Wamena mengangkat tema “Lihatlah Sekelilingmu, Ladang Telah Menguning” dan berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 26 Juli 2026.

Melalui konferensi ini, PGBP berharap seluruh gereja Baptis di Tanah Papua semakin bersatu, memperkuat pelayanan, serta mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan umat dan masyarakat.