Beranda POLHUKAM Penginjil dan 725 Orang Pedulang Emas Korowai Sepakat TPNPB dan TNI...

Penginjil dan 725 Orang Pedulang Emas Korowai Sepakat TPNPB dan TNI Polri tidak masuk di Area Masyarakat Sipil

798
0

Dekai, tiiruu.com –Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap 16 Yahukimo dan Tentara Nasional Indonesia dan Polisi Republik Indonesia (TNI POLRI) diminta agar tidak boleh saling serang di areal masyarakat sipil di sepanjang Kali Silet dan di kali Kabur kabupaten Yahukimo, pernyataan itu disampaikan Penginjil Pertama dan juga Kordinator Penginjil Gereja GIDI yang ada di Wilayah Korowai Koiles Kogoya bersama  725 Orang Penambang Emas Tradisional baik Orang Asli Papua maupun Non Papua, pernyataan tersebut disampaikan kepada tiiruu.com dalam siaran pers yang diterima tiiruu.com, Senin (14/4/2025).

 

Penyataan disampaikan lantas pasca Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XVI Yahukimo mengeksekusi mati 11 orang mata-mata anggota TNI yang selama ini menyamar sebagai pendulang emas di Yahukimo. Tindakan itu dilakukan TPNPB sejak tanggal 8-9 April 2024. Pernyataa itu disampaikan Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB pada 8 April 2025 berdasarkan laporan Panglima TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Brigjend Elkius Kobak pada pukul 21.00 waktu Papua.

 

Kogoya mengatakan, imbas dari mengeksekusi mati 11 orang yang berada di Kali Be sampai kampung Kawe itu mengakibatkan serangan balik dari TNI POLRI membuat kami warga yang berada di areal pertambangan yang mayoritas warga sipil ini tidak aman.

 

“Kami melakukan kesepakatan dan

melakukan klarifikasi kepada TPNPB Dan TNI POLRI agar dalam sasaran Operasi tidak menyasar ke Masyarakat sipil yang berada di Kali Be sampai kampung Kawe, Hal itu disampaikan berdasarkan kesepakatan antara Orang Papua dan Non Papua yang lakukan Pedulang emas di wilayah itu,”katanya.

 

Kogoya ingatkan kepada TPNPB dan TNI POLRI agar jaga tempat Penginjilan Gereja yang kami dirikan untuk melayani jemaat tersebut. Wilayah Korowai disini adalah daerah Masyarakat Sipil, Tempat Mencari bagi warga.

 

“Jadi tidak boleh saling kontak tembak kalau bisa cari tempat yang tidak ada warga. Agar warga terlindungi dari serangan kontak tembak. Kami meminta agar TPNP dan TNI agar dapat menjaga daerah korowai dan warganya  dengan aman tanpa ada pertumpahan darah, semua mencari emas dengan kedepankan kekeluargaan kekerabatan,” katanya.

 

Kogoya mengatakan bahwa, daerah ini harus dijaga bersama, menjaga ketentraman dan kenyamanan makan bersama, tinggal bersama.

 

“Daerah Perang itu jelas lokasinya maka itu Daerah Penginjilan ini kita jaga bersama, sebab ditempat kita tinggal Ini ada gereja, ada anak-anak, ada mama-mama jadi saya bawa kemana lagi. Anak-anak Korowai tempat cari makan disini jadi, Bapak ibu cari makan baik dan jaga bersama, jalan bersama. Isu-isu yang lain jangan,”katanya.

 

Dalam klasifikasi itu sampaikan hari Minggu (13/04/2025), di Minim 1, Korowai, Kabupaten Yahukimo, bahwa tempat kejadian adalah  beda Lokasi terjadinya pembunuhan.

 

Kogoya mengatakan dalam Penyampaian pernyataan itu dari Wilayah Kali Be sampai Mini 1, 2 sampai Mini 12 dan Pisang-Pisang adalah tempat pelayanan Gereja kepada Jemaat dan pedulang Emas adalah Masyarakat Sipil Murni. yaitu terdiri dari 125 Orang Warga Nusantara dan 600 Orang Papua yang dulang emas di lokasi tersebut.

 

“Tujuan mereka ke Korowai tujuannya adalah untuk Pelayanan dan dulang emas atau mencari nafkah maka itu diminta kepada pihak TPNPB dan TNI POLRI agar tidak menjadi sasaran operasi di wilayah Kali BE sampai Pisang-Pisang,” katanya.

 

Perwakilan Intelektual Tengga Kogoya Memohon kepada TPNPB dan TNI POLRI tidak Masuk ke Wilayah Kali BE-Pisang-Pisang Kawe tersebut, Karena  itu adalah Wilayah Pelayanan Gereja, Ada Masyarakat Sipil, dan ada Penambang dari masyarakat murni, ada Ibu-Ibu, Ada anak-anak.

 

“Jumlah 125 Orang asal Nusantara Indonesia dan ada 600 Orang Papua Indonesia di wilayah tersebut,”katanya.

 

Kogoya mengatakan bahwa, kejadian kemarin lalu itu kita mau klarifikasi. Kejadian kemarin lalu itu Beda Lokasi.

“Kami dengar bahwa TNI POLRI akan lakukan operasi itu, tempat kejadiannya lokasi jelas [Beda]. Jadi ditempat korowai ini di tempat peginjilan jelas dari Batas Kali BE sampai Pisang-Pisang di Kawe, itu kita beraktivitas seperti biasa,” katanya.

 

Salah seorang warga Natan Selopole mengatakan di Wilayah Korowai yang ada itu adalah masyarakat Sipil Murni maka itu diminta kepada TPNPB dan TNI POLRI tidak menyasar ke Daerah Kali Be sampai Pisang-Pisang Kawe.

 

“TPNPB sudah sampaikan lokasi di media itu [Jelas], jadi mohon kepada TNI POLRI dan TPNPB  jangan masuk operasi atau siram tembakan disini, karena kami Disini masyarakat Sipil, Kami sudah sepakat” kata Selepole.(*)

 

Reporter : Piter Lokon  

Editor : Hengky Yeimo