Nabire, tiiruu.com — Bupati Kabupaten Deiyai, Melkianus Mote, ST, resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua Tahun 2027 di Aula DPRD Kabupaten Deiyai, Jumat (17/4/2026). Forum ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan arah kebijakan pembangunan berbasis kebutuhan Orang Asli Papua (OAP).
Musrenbang tahun ini mengusung tema “Pemberdayaan dan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat (OAP) melalui Pelayanan Keberpihakan yang Optimal dan Berkelanjutan.”
Dalam sambutannya, Mote menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas kebijakan pengembalian dana Otsus. Ia menegaskan bahwa kehadiran seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam forum tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam menyusun perencanaan pembangunan yang berkualitas.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas kebijakan ini. Kehadiran seluruh pimpinan OPD hari ini adalah bentuk tanggung jawab bersama dalam memastikan perencanaan pembangunan berjalan dengan baik,” kata Mote.
Ia mengungkapkan, total Dana Otsus yang diterima Kabupaten Deiyai pada tahun ini mencapai sekitar Rp127 miliar. Dana tersebut, menurutnya, harus dikelola secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Dana Otsus ini bukan untuk membiayai operasional kantor, perjalanan dinas, atau gaji pegawai, tetapi harus difokuskan pada pembangunan dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Mote juga menekankan pentingnya penyusunan program berbasis data yang akurat agar distribusi manfaat pembangunan dapat dilakukan secara adil dan merata. Ia meminta setiap OPD untuk aktif berkoordinasi dan menghindari tumpang tindih program, khususnya dengan bantuan dari pemerintah provinsi.
Selain itu, ia menyebut sejumlah program unggulan akan terus dilanjutkan, seperti bantuan ternak babi, pengembangan komoditas bawang merah dan bawang putih, serta kopi. Program tersebut, kata dia, akan diperkuat melalui pendampingan dan pelatihan berbasis teknologi modern.
Bupati Deiyai itu juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik. Pemerintah daerah, kata dia, merencanakan pembangunan pasar khusus OAP, gedung galeri budaya, serta peningkatan konektivitas jalan di sejumlah wilayah strategis.
“Pembangunan jalan akan difokuskan pada wilayah Kapiraya, Bouwo, hingga akses menuju Kampung Dagokebo, Matadi, dan Pekepa agar mobilitas masyarakat semakin lancar,” kata Mote.
Di sektor sosial, pemerintah daerah tetap memprioritaskan pendidikan dan kesehatan. Ia menyebutkan rencana pengiriman siswa untuk pembinaan serta penguatan layanan dasar seperti PAUD dan Posyandu sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Melalui Musrenbang ini, Pemerintah Kabupaten Deiyai berharap seluruh program yang dirancang dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Mote menegaskan bahwa prinsip transparansi dan akuntabilitas harus menjadi landasan utama dalam setiap tahapan pengelolaan Dana Otsus.
“Perencanaan ini harus benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Kita ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang digunakan memberikan manfaat bagi orang Papua, khususnya di Deiyai,” ujarnya.










































