
WAMENA,tiiruu.com – Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana kekeringan di Provinsi Papua Pegunungan. Melalui Pekerja Sosial Ahli Pertama Roberto Koibur dari Unit Kerja Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) Kemensos RI, bersama pemerintah Provinsi Papua Pegunungan oleh Wakil Gubernur Ones Pahabol bantuan pangan disalurkan kepada warga di sejumlah distrik di Kabupaten Jayawijaya.
Bantuan tersebut diserahkan kepada masyarakat di Distrik Maima, Popukoba, Assolokobal, dan Waoma dan lainnya dengan total bantuan berupa beras sebanyak 14 ton, gula pasir 300 kilogram, kopi 300 bungkus, serta mie instan sebanyak 12.000 bungkus.
Usai menyerahkan bantuan, Roberto Koibur mengatakan Kemensos RI terus berupaya hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana alam, khususnya akibat musim kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah Papua Pegunungan.
“Pemerintah melalui Kementerian Sosial terus memberikan bantuan. Walaupun jumlahnya terbatas, tetapi ini merupakan bukti kehadiran negara di tengah masyarakat Papua Pegunungan, khususnya di Jayawijaya. Kami berharap bantuan ini dapat tersalurkan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Roberto di Wamena, Selasa, (25/08/2026).
Ia menjelaskan, Kemensos RI terus melakukan pemantauan terhadap kondisi masyarakat yang terdampak bencana di delapan kabupaten di Papua Pegunungan. Dengan keterbatasan bantuan yang tersedia, pemerintah tetap berupaya memberikan dukungan sesuai kondisi masyarakat di lapangan.
“Kemensos terus memantau dampak bencana di Papua Pegunungan. Kami terus berusaha melihat kondisi masyarakat, sehingga bantuan yang diberikan ini benar-benar dapat memberikan manfaat,” katanya.
Roberto menambahkan, sebelumnya Kemensos RI juga telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak kekeringan di Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya, berupa beras sebanyak 14 ton dan bahan makanan lainnya. Selanjutnya, penyaluran bantuan akan dilakukan ke sejumlah wilayah lain yang telah menjadi perhatian pemerintah.
Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Sosial RI yang terus memberikan perhatian kepada masyarakat di Papua Pegunungan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Sosial atas bantuan yang diberikan. Ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah pusat melalui pemerintah daerah untuk membantu masyarakat yang mengalami dampak kekeringan,” ungkap Ones Pahabol.
Wakil Gubernur juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada menghadapi kondisi musim panas yang berlangsung cukup lama. Ia meminta warga menghindari penggunaan sumber api secara sembarangan, baik di lingkungan rumah maupun di alam terbuka, karena kondisi cuaca saat ini sangat rawan terjadi kebakaran.
“Masyarakat harus tetap berhati-hati dan tidak menggunakan sumber api secara sembarangan, karena kondisi cuaca saat ini sangat kering dan rawan terjadi kebakaran,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Distrik Assolokobal Siprianus Lokobal turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Sosial RI, serta Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan yang telah hadir secara langsung menyerahkan bantuan kepada masyarakat di wilayahnya.
Menurut Siprianus, bantuan tersebut menjadi bukti perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak kekeringan akibat musim kering yang berkepanjangan.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Presiden, Kementerian Sosial, dan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan yang sudah memberikan bantuan kepada kami di sini. Terima kasih banyak, Tuhan memberkati. Bantuan ini akan kami bagikan kepada masyarakat di wilayah kami,” katanya.
Ia berharap bantuan pangan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama keluarga yang terdampak akibat kondisi kekeringan yang terjadi di wilayah Jayawijaya.
Bantuan Kemensos RI ini menjadi bentuk sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan pelayanan bagi masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi di tengah kondisi cuaca ekstrem di Papua Pegunungan. (*).










































