Nabire,tiiruu.com — Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XVI Yahukimo mengumumkan duka nasional atas wafatnya salah satu anggotanya, Miruin Suhuniap, yang dilaporkan meninggal dunia pada 2 April 2026 di wilayah Korowai, Papua Selatan.
Informasi tersebut disampaikan dalam siaran pers Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB tertanggal Rabu, 8 April 2026. Dalam keterangan itu disebutkan, Miruin Suhuniap merupakan anggota aktif dari Kompi Siomulip, Batalion HSSB, yang telah bergabung dengan TPNPB sejak tahun 2020.
“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo bahwa Miruin Suhuniap telah wafat pada 2 April 2026 di Korowai,” ujar juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, dalam siaran pers yang diterima media ini, Minggu (12/4/2026).
Menurut keterangan TPNPB, almarhum lahir pada 3 November 2006 dan merupakan anak dari Josen Suhuniap dan Elen Siringon. Selama bergabung, Miruin disebut terlibat dalam berbagai aktivitas bersenjata di wilayah Yahukimo hingga Korowai.
TPNPB menyatakan, jenazah Miruin Suhuniap dimakamkan secara militer oleh pasukan dari Batalion HSSB sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanannya.
“Atas jasa dan pengorbanannya, almarhum dimakamkan secara kemiliteran oleh pasukan TPNPB untuk menghormati perjuangannya selama di medan perang,” kata Sebby.
Komandan Batalion HSSB, Mayor Enos M. Yoal, bersama jajaran komandan operasi dan pasukan TPNPB lainnya juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Miruin.
“Kami turut berduka cita atas gugurnya rekan kami. Kepada seluruh pasukan, kami mengimbau agar tetap setia dalam perjuangan,” ujar Enos dalam pernyataan tertulis yang dikutip dalam siaran pers tersebut.
Secara terpisah, Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB juga mengajak masyarakat Papua untuk menghormati para anggota yang telah meninggal dunia.
“Kami menyampaikan kepada seluruh rakyat Papua untuk menghargai dan menghormati para pejuang yang telah gugur,” kata Sebby.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah maupun aparat keamanan Indonesia terkait laporan kematian tersebut maupun aktivitas yang disebutkan dalam siaran pers TPNPB. (*)









































