Nabire, tiiruu.com – Kepala Kampung Sanoba Kornelis Osem mengapresiasi terselenggaranya pelatihan SIO Papua yang diselenggaran oleh dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Nabire, Provinsi Papua belum lama ini.
Program SIO Papua salah satu program terobosan yang dilakukan Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK)-LANDASAN untuk meningkatkan pemanfaatan data kontekstual Papua yang berhubungan dengan perencanaan pembangunan di tingkat kampung, distrik, dan kabupaten.
“Kegiatan begini jarang dilakukan, kami mengapresiasi dan tentunya kami telah menyimak pembicaraan dari narasumber dan mengikuti pelatihan ini baik-baik dan kami akan melakukan pendataan untuk mengefektifkan penggunaan Dana Otsus sesuai dengan data yang kami kelola di kampung kami masing masing,” katanya.
Osem mengatakan, selama ini Orang Asli Papua menilai Otsus gagal atau tidak berhasil. Karena itu, dengan adanya akan sangat membantu kepala kampung dan staf untuk membangun kampung sesuai dengan data real yang didata untuk meningkatkan kesejahteraan dari kampung.
“Pembangunan berbasis data ini memang sangat diperlukan oleh kami di kampung, agar pembangunan ini benar benar kami lakukan tepat sasaran. Dan tentunya data data yang kami himpun dapat diperoleh oleh pihak manapun baik dosen, mahasiswa, pemerintah dan sebagainya,”katanya.
Menurut Osem pelatihan tersebut sangat bermanfaat, karena selama ini kepala kampung menginginkan agar pemerintahan kampung juga bisa berinovasi untuk membangun sesuai program kegiatan yang tepat sasaran dan langsung kepada masyarakat.
“Kami melihat selama ini perubahan di tubuh pemerintahan paling kecil itu harus bisa berinovasi mengikuti perkembangan di kampung agar pembangunan tepat sasaran,” ujarnya.
Mewakili 72 kampung, 15 distrik, dan 9 kelurahan, Osem menyampaikan banyak terima kasih kepada Diskominfo Kabupaten Nabire yang terus melakukan kegiatan bermanfaat dan berdampak langsung dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami sangat merespon positif, apapun yang akan disampaikan kami terima dan kami akan bekerja dengan lapang dada karena membantu kami. Kami juga merasa bersyukur karena dilibatkan dalam kegiatan SIO Papua, karena ini akan mempermudah kepala kampung dan perangkat kampung untuk mengambil data real di tengah masyarakat dari seluruh warga masyarakat Orang Asli Papua dan juga Non-Papua,” katanya.










































