WAMNA,tiiruu.com– Suasana penuh harapan menyelimuti jemaat Gereja Baptis Wameroma di Dolinggame, Kabupaten Jayawijaya. Setelah melalui proses panjang dan penuh perjuangan, pembangunan gedung gereja yang menjadi pusat ibadah masyarakat setempat kini telah mencapai sekitar 90 persen.
Bagi jemaat, bangunan gereja tersebut bukan sekadar tempat ibadah. Ia merupakan simbol kebersamaan, doa, dan pengorbanan yang lahir dari kerja keras umat selama bertahun-tahun.
Sekretaris Panitia Pembangunan Gereja Baptis Wameroma Dolinggame, Walius Yigibalom, mengungkapkan bahwa pembangunan gereja sebagian besar dikerjakan secara swadaya oleh jemaat.
“Kami melihat kuasa Tuhan dalam pembangunan ini. Dari awal sampai hari ini pembangunan dilakukan secara swadaya oleh jemaat. Walaupun ada bantuan dari jemaat tetangga dan pihak lain, tetapi sebagian besar berasal dari jemaat sendiri,” ujarnya di Wameroma, Wamena, Minggu (08/03/2026).
Ia menjelaskan, sekitar 90 persen pembangunan gereja tersebut berasal dari sumbangan sukarela jemaat yang terdiri dari 16 klen atau marga.
Jemaat tersebut berasal dari berbagai daerah, di antaranya Kabupaten Mamberamo Tengah, Tolikara, dan Jayawijaya, yang kini bersama-sama beribadah di wilayah Dolinggame.
Semangat kebersamaan lintas marga itu menjadi kekuatan utama dalam proses pembangunan. Setiap keluarga menyumbangkan tenaga, waktu, maupun dana sesuai kemampuan mereka.
Di tengah upaya swadaya tersebut, jemaat juga menerima dukungan dari pemerintah. Ketua Bappeda Provinsi Papua Pegunungan, Marthen Kugoya, memberikan bantuan dana sebesar Rp50 juta untuk menunjang pembangunan gedung gereja.
Bantuan tersebut diserahkan melalui staf Bappeda Papua Pegunungan, Iben Kogoya dan Joni Kogoya, kepada panitia pembangunan dan jemaat.
“Atas nama seluruh jemaat dan panitia pembangunan, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Martin Kugoya atas bantuan yang diberikan. Kiranya Tuhan Yesus memberkati beliau dalam tugas dan tanggung jawabnya,” kata Walius.
Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 90 persen, jemaat kini terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan agar gedung gereja dapat segera rampung sepenuhnya.
Panitia menargetkan pembangunan dapat segera mencapai 100 persen dan diresmikan dalam waktu dekat. Momen peresmian itu tentu menjadi saat yang paling dinanti oleh seluruh jemaat.
Bagi mereka, gereja yang berdiri di Dolinggame bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga buah dari doa panjang, kerja keras, dan keringat jemaat yang telah berjuang cukup lama untuk menghadirkan rumah ibadah bagi generasi mereka, (*).








































