Nabire, tiiruu.com — Sebanyak 106 umat menerima Sakramen Krisma di Paroki Kristus Sahabat Kita (KSK) Nabire dalam perayaan yang berlangsung khidmat. Penerimaan sakramen ini tidak hanya diikuti oleh umat Paroki KSK, tetapi juga melibatkan sebagian umat dari paroki lain di wilayah tersebut.
Pastor Paroki KSK Nabire, Yohanes Adriyanto Dwi Mulyono, SJ, menjelaskan bahwa para penerima Sakramen Krisma berasal dari berbagai komunitas basis gerejani yang telah dipersiapkan secara rohani.
“Jumlah itu berasal dari umat Paroki KSK, serta sebagian dari Paroki KR dan Paroki St. Antonius Padua BMW,” ujar Pastor yang akrab disapa Pater Ade itu, disela sela misa Minggu, (22/3/2026).
Sementara itu, Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, dalam homilinya mengajak para penerima Sakramen Krisma dan seluruh umat untuk merenungkan makna kebangkitan Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
Uskup Bovitwos Baru menegaskan bahwa kebangkitan tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa di akhir zaman, melainkan harus dihidupi dalam realitas kehidupan saat ini, melalui pertumbuhan iman, kasih, dan pembaruan diri.
“Kebangkitan itu bukan hanya nanti di akhir zaman, tetapi juga terjadi dalam hidup kita setiap hari—dalam iman, kasih, pembaruan, dan kebenaran,” kata Uskup.
Lebih lanjut, ia mengingatkan umat agar tidak terjebak dalam “kematian rohani” yang dapat menjauhkan manusia dari Tuhan. Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti Lazarus yang telah mati, namun dibangkitkan kembali oleh Yesus.
“Kita seringkali mati dalam kubur diri kita sendiri. Karena itu, kita perlu menyebut nama Tuhan agar dibangkitkan kembali dalam iman, kasih, dan pengharapan,” ujarnya.
Uskup juga mengajak umat untuk senantiasa memohon pengampunan kepada Tuhan, agar layak mengambil bagian dalam karya keselamatan.
“Marilah kita memohon agar Tuhan mengampuni segala dosa dan keadaan kita, sehingga kita layak merayakan penyelamatan,” pungkasnya.
Perayaan Sakramen Krisma ini menjadi momentum penting bagi umat Katolik di Nabire untuk memperteguh iman serta memperbarui komitmen hidup sebagai pengikut Kristus di tengah tantangan kehidupan sehari-hari. (*)








































