Dogiyai, tiiruu.com – Bupati Dogiyai Yudas Tebai menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk hadir sebagai pemberi solusi melalui pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terencana, berkelanjutan, dan inklusif. Hal ini diwujudkan melalui kerja sama strategis antara Pemerintah Kabupaten Dogiyai dan lima universitas besar di Indonesia.
Dalam pernyataannya, Bupati Dogiyai menyampaikan bahwa dengan perencanaan dan pengelolaan yang baik, Dogiyai memiliki potensi besar untuk menjadi pusat inovasi dan kemajuan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta meningkatkan kualitas hidup di seluruh dimensi kehidupan manusia di Tanah Leluhur.
“Kita hadir sebagai pemberi solusi. Dengan perencanaan dan pengelolaan yang baik, kita dapat menjadi pusat inovasi dan kemajuan, menjawab kebutuhan masyarakat, dan meningkatkan kualitas hidup. Mari kita wujudkan Dogiyai yang cerdas, berkelanjutan, dan inklusif di semua dimensi kehidupan manusia di Tanah Leluhur kita,” katanya kepada tiiruu.com, Jumat (19/12/2025).
Tebai mengatakan, sebagai langkah konkret mewujudkan visi misinya khususnya poin pertama terkait peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kami Pemerintah Kabupaten Dogiyai melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) terus memperluas jejaring kerja sama dengan perguruan tinggi negeri dan swasta ternama. Adapun universitas yang telah menjalin kerja sama antara lain perguruan tinggi negeri (PTN), Universitas Cenderawasih khususnya Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Universitas Gadjah Mada, serta Universitas Parahyangan di Bandung,” katanya.
Tebai mengatakan, kerja sama ini difokuskan pada peningkatan kapasitas pendidikan, pengembangan kompetensi tenaga pendidik, serta perluasan akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Dogiyai.
“Kami Pemerintah daerah menargetkan dalam kurun waktu lima tahun ke depan, hasil nyata dari kolaborasi ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami mau kerja dalam diam, namun berdampak besar bagi masa depan. Lima tahun ke depan, kita akan melihat output nyata dari investasi pendidikan ini,” ungkap pihak pemerintah daerah.
Tebai berharap langkah strategis ini menjadi fondasi kuat dalam mencetak generasi Dogiyai yang unggul, berdaya saing, dan siap membangun daerahnya sendiri.
Sinergi Visi “Dogiyai Cerdas”, sebagai Mata Rantai Pembangunan SDM Dogiyai
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dogiyai, David Goo Pemerintah Kabupaten Kabupaten Dogiyai terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui kerja sama strategis dengan sejumlah universitas besar di Indonesia.
“Langkah ini merupakan implementasi nyata dari visi Bupati Dogiyai tentang Dogiyai yang cerdas, berkelanjutan, dan inklusif, sebagaimana ditegaskan dalam berbagai pernyataan resmi pimpinan daerah,” katanya.
Goo menekankan bahwa keberhasilan pembangunan SDM tidak pernah lahir dari kerja individu semata, melainkan hasil dari mata rantai panjang kerja kolektif yang terbangun lintas waktu dan kepemimpinan.
“Sebuah keberhasilan tidak serta-merta hanya karena hasil perbuatan atau kerja kita sendiri. Ada mata rantai besar yang saling terhubung. Karena itu, menghargai bawahan dan mendengarkan suara hati mereka sangat penting, sebab merekalah yang banting tulang dan mengangkat nama kita ke panggung publik,” ujar David Goo.
Ia mengaitkan pandangan tersebut dengan pernyataan Bupati Dogiyai yang menegaskan bahwa pemerintah hadir sebagai pemberi solusi, dengan perencanaan dan pengelolaan yang baik agar Dogiyai menjadi pusat inovasi dan kemajuan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta meningkatkan kualitas hidup di seluruh dimensi kehidupan manusia di Tanah Leluhur.
Menurut David Goo, visi Bupati tersebut bukan sekadar slogan, melainkan konsep strategis yang diramu dari pengalaman kepemimpinan sebelumnya. Ia menyinggung bahwa Bupati Dogiyai merupakan mantan Kepala Dinas Pendidikan, sehingga memahami secara mendalam pentingnya kesinambungan proses dalam pembangunan SDM.
“Mata rantai itu tidak pernah putus. Ada progres dan ada proses lanjutan dari capaian-capaian sebelumnya. Kami boleh berada di posisi ini demi SDM daerah karena mata rantai besar itu terus terjaga,” jelasnya.
Sebagai wujud konkret visi tersebut, Pemerintah Kabupaten Dogiyai melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Cenderawasih (Program Studi PGSD), Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Parahyangan, serta perguruan tinggi negeri lainnya.
Kerja sama ini diarahkan untuk membangun berbagai aspek kecerdasan sebagai bagian dari visi besar “CERDAS” yang diusung Bupati Dogiyai. David Goo menegaskan bahwa konsep cerdas harus dimaknai secara menyeluruh dan lintas dimensi, tidak terbatas pada sektor pendidikan formal semata.
“CERDAS harus hadir dalam seluruh konteks kehidupan: hidup cerdas, berpikir cerdas, makan cerdas, berkolaborasi cerdas, bekerja cerdas, dan mengembangkan aneka kecerdasan lainnya. Pendidikan hanya salah satu pintu masuk,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberadaan jajaran pemerintah daerah di berbagai universitas merupakan bagian dari upaya memenuhi satu atau dua aspek kecerdasan yang dibutuhkan daerah, sebagai kontribusi terhadap keseluruhan kecerdasan kolektif yang harus diraih bersama oleh seluruh elemen masyarakat, sesuai tugas pokok dan peran masing-masing.
David Goo menegaskan bahwa semangat kolaborasi ini sejalan dengan pesan Bupati Dogiyai tentang pentingnya kerja bersama dan kerja dalam diam, namun berdampak besar bagi masa depan daerah.
Menutup pernyataannya, ia menyampaikan apresiasi kepada para pelaksana teknis dan aparatur di lapangan yang bekerja di balik layar sebagai eksekutor utama kebijakan.
“Terima kasih kepada semua orang kerja, para eksekutor di belakang kami sebagai pemimpin. Di sanalah mata rantai itu hidup,” pungkasnya.




































